Home Khutbah Khutbah Jum’at: Saat Bumi Bersaksi (Edisi 084, 4 Rabiul Akhir 1447)

Khutbah Jum’at: Saat Bumi Bersaksi (Edisi 084, 4 Rabiul Akhir 1447)

0
Sampul Khutbah
Khutbah Jum’at: Saat Bumi Bersaksi (Edisi 084)

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Saat Bumi Bersaksi…’ (Edisi 084, 4 Rabiul Akhir 1447).

SAAT BUMI BERSAKSI…

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, satu-satuNya tuhan yang berhak untuk disembah, yang tidak pernah berhenti melimpahkan karunia dan nikmatNya di sepanjang waktu dan kehidupan kita. Dengan semua kelalaian dan kemaksiatan yang kita lakukan nyaris di setiap waktu. Allah Ta’ala selalu membukakan pintu dan memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat kepadaNya dan memperbaiki diri.

Shalawat dan salam tak henti-hentinya kita ucapkan untuk kekasih kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang menuntunkan kita jalan untuk mengenal Allah Ta’ala.

Kaum Muslimin yang dimuliakan!

Pada saatnya nanti, akan tiba waktunya kita semua akan berdiri di sebuah momentum besar pada hari Kiamat, saat kita semua akan dihisab atas semua yang telah kita lakukan di muka bumi ini. Hari Akhir adalah hari yang menggetarkan seluruh jiwa dengan ketakutan yang mencekam, yang tidak pernah dibayangkan oleh manusia sekalipun dalam hidupnya.

Kita akan berdiri di Padang Mahsyar, untuk mempertanggungjawabkan kehidupan kita di dunia ini. Dan lebih dari itu, yang paling mengerikan adalah karena pada hari itu bumi yang kita pijak ini akan bersaksi untuk semua yang telah kita lakukan; baik maupun buruknya. Bumi dan semua yang ada di atasnya akan berbicara memberikan persaksian untuk setiap kita: apa saja yang telah kita lakukan di sepanjang episode dunia kita ini!

Sahabat mulia, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah meriwayatkan: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca ayat ke-4 dalam Surah al-Zalzalah ini:

 يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

Artinya:

“Pada hari (kiamat) itu, (bumi ini) akan menceritakan kabar-kabarnya…”.

Setelah membaca itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:

أَتَدْرُوْنَ مَا أَخْبَارُهَا؟

“Apakah kalian tahu apa (yang dimaksud) kabar-kabar (diceritakan oleh bumi itu)?”

Para Sahabat menjawab: “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.”

Beliau pun menjelaskan:

فَإِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا، تَقُوْلُ: عَمِلَ يَوْمَ كَذَا كَذَا وَكَذَا، فَهَذِهَ أَخْبَارُهَا

Artinya:

“Maka sesungguhnya kabar-kabar (yang diceritakan bumi itu) adalah ketika ia menjadi saksi atas setiap hamba laki-laki maupun perempuan untuk apa saja yang telah dilakukannya di atas muka bumi. (Bumi) akan berkata: ‘Dia telah melakukan ini dan ini pada hari ini!’. Maka inilah kabar-kabar (yang diceritakan bumi itu).”  (HR. al-Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih gharib).

Allahu Akbar!

Coba renungkan jamaah sekalian:

Bumi yang kita pijak ini akan berbicara!

Dinding-dinding ruangan dimana kita pernah ada akan bersaksi untuk kita!

Jalan-jalan yang kita pijak dan jalani akan memberikan persaksiannya!

Pasar-pasar dan ruang-ruang dimana kita pernah berbisnis akan berbicara sebagai saksi saat kita diadili di Akhirat nanti!

Semuanya akan bersaksi tentang keshalihan-keshalihan yang pernah kita kerjakan.

Mesjid-mesjid yang pernah kita singgahi untuk bersujud, akan bersaksi bahwa si fulan pernah bersujud di sana, pernah membaca al-Qur’an di atasnya, pernah menangis karena takut kepada Allah.

Jalan-jalan akan bersaksi bahwa si fulan pernah menyingkirkan gangguan darinya, bahwa si fulan pernah menempuhnya untuk datang ke mesjid, atau demi membawa bantuan untuk sebuah keluarga yang fakir.

Dinding-dinding ruangan kantor akan bersaksi bahwa si fulan selalu bersikap amanah dalam bekerja dan tidak pernah mengambil yang bukan haknya.

Begitu pula sebaliknya, semua yang ada di muka bumi akan bersaksi bersaksi tentang kemaksiatan dan dosa yang kita lakukan di atas permukaannya, wal ‘iyadzu billah.

Ruang-ruang kamar akan bersaksi bahwa si fulan pernah berzina dengan si fulanah di sana, bahwa si fulan pernah melakukan perbuatan tidak senonoh di sana.

Jalan-jalan akan bersaksi tentang si fulan yang melewatinya untuk pergi bermaksiat mengikuti hawa nafsunya.

Ruang-ruang kantor dan tempat bertransaksi akan bersaksi bahwa si fulan melakukan manipulasi dan korupsi pada hari ini dan ini.

Tanah dan properti akan bersaksi bahwa si fulan telah merampasnya dari orang-orang yang berhak terhadapnya, bahwa si fulan telah memanipulasi data dan menyuap para aparat demi merampas tanah milik orang lain.

Intinya, semua yang kita lakukan di muka bumi ini, akan dilaporkan dan diceritakannya saat kita semua berkumpul di Padang Mahsyar.

Inilah pengadilan yang sesungguhnya. Tidak akan ada yang dizhalimi. Tidak ada pengacara yang mendampingi. Tidak ada peluang untuk menyuap. Tidak ada ruang untuk memanipulasi data. Tidak ada celah sekecil apapun untuk menyembunyikan fakta!.

Karena Allah Ta’ala menggambarkannya dengan mengatakan:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَاوَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Artinya:

“Dan catatan (amal) itupun diletakkan. Lalu engkau akan melihat para pelaku kejahatan itu merasa takut dan kecut (mengetahui) apa yang ada di dalamnya. Mereka mengatakan: ‘Duhai celakalah kami! Kenapa buku (catatan) ini tak meninggalkan yang kecil maupun besar melainkan dihitungnya?’ Dan mereka mendapati apa saja yang telah mereka kerjakan itu hadir (di depannya), dan Tuhanmu tidak akan pernah menzhalimi seorang pun.”  (Surah al-Kahfi: 49).

Kaum muslimin yang berbahagia!

Karena itu, seorang mukmin, seorang hamba sejati, akan selalu membawa rasa takutnya kepada Allah Ta’ala ke manapun ia pergi. Di manapun ia berada, ia selalu mengingatkan dirinya bahwa Allah Ta’ala  pasti mengawasinya, dan seluruh bumi dimana ia singgah akan menjadi saksi untuk perbuatannya.

Karena itu pula, ke mana pun ia pergi, di mana pun ia singgah, ia berusaha untuk mengingat Allah dengan semua bentuknya: dengan memperbanyak shalat dan sujudnya, memperbanyak dzikir dan doanya, dengan berbuat baik kepada sesama, dengan membawa kebaikan untuk sebanyak mungkin manusia. Karena ia sadar, bahwa semua bagian bumi yang disinggahinya akan menjadi saksi untuk itu.

Sahabat Abu al-Darda’ radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

اُذْكُرُوا اللهَ عِنْدَ كُلِّ حِجِّيْرَةٍ وَشِجِّيْرَةٍ لَعَلَّهَا تَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَتَشْهَدَ لَكُمْ

Artinya:

“Berdzikirlah mengingat Allah di setiap batu dan pepohonan (yang kalian lewati), agar ia kelak datang pada hari kiamat untuk menjadi saksi bagi kalian.”  (Lih. Al-‘Azhamah  5/1713).

Sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan juga:

إنِّي أراكَ تُحِبُّ الغَنَمَ والبادِيَةَ، فإذا كُنْتَ في غَنَمِكَ وبادِيَتِكَ، فأذَّنْتَ بالصَّلاةِ، فارْفَعْ صَوْتَكَ بالنِّداءِ، فإنَّه لا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ المُؤَذِّنِ جِنٌّ ولا إنْسٌ ولا شيءٌ إلَّا شَهِدَ له يَومَ القِيامَةِ قالَ أبو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِن رَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ.

Artinya:

“…Jika engkau bersama dengan kambingmu, atau di wilayah pelosokmu, maka kumandangkanlah adzan dengan mengeraskan suaramu dalam memanggil, karena tidak ada yang mendengar sejauh suara muadzin menggema, baik jin, manusia atau apapun, melainkan ia akan bersaksi untuknya pada Hari Kiamat.” Abu Sa’id mengatakan: “Aku mendengarnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”  (HR. al-Bukhari).

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Jadi bagaimana keadaan kita hari ini? Jika kita ditakdirkan meninggal dunia hari ini, kira-kira apa persaksian bumi yang kita pijak sepanjang hayat kita di dunia ini? Apa yang akan dipersaksikan oleh sisi-sisi rumah, sisi-sisi ruangan dimana kita pernah ada tentang kita selama hidup ini?

Karena itu, jamaah sekalian, bekerja keraslah untuk memperbaiki apa yang telah lalu. Jika di suatu tempat kita pernah bermaksiat dan berlaku dosa, maka segeralah tutupi dengan melakukan ketaatan dan amal shalih di sana, agar ketaatan itu dapat menghapus dosa maksiat tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya:

“Takutlah kepada Allah di manapun kau berada. Sertailah perbuatan dosa dengan kebaikan yang dapat menghapusnya, dan perlakukanlah orang lain dengan akhlak yang baik.”  (HR. al-Tirmidzi).

Semoga saat di Padang Mahsyar nanti, bumi yang kita pijak ini akan bersaksi bahwa kita adalah hamba-hamba yang layak diampuni oleh Allah Azza wa Jalla. Semoga Allah tutupi semua dosa dan maksiat yang telah kita lakukan.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hari-hari ini, kondisi Gaza semakin mengkhawatirkan. Namun kita tidak bosan-bosannya, menanamkan optimisme dalam jiwa bahwa kemenangan itu semakin dekat, insya Allah. Karena semakin gelap malam adalah pertanda sinar terang pagi semakin dekat.

Jangan pernah lupakan Gaza! Jangan lupakan saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, yang masih harus melewati hari-hari ujian dalam penjajahan kaum Zionis Yahudi.

Kita tidak boleh lupa, bahwa keberadaan mereka di bumi jihad Palestina itu lebih dari sekadar mempertahankan negara mereka yang bernama Palestina, tapi lebih dari itu, mereka sedang mewakili kita kaum muslimin untuk mempertahankan dan mengembalikan Masjidil Aqsha ke tangan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka salah satu jihad kita umat Islam di negeri ini terhadap Palestina adalah memberikan dukungan dalam berbagai bentuknya untuk saudara-saudara kita para pejuang dan umat Islam di Gaza dan Palestina. Jangan putus berdoa untuk mereka dalam setiap kesempatan yang Allah berikan untuk berdoa.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version