Home Khutbah Khutbah Jum’at: Siap-Siap Ramadhan! (Edisi 103, 18 Sya’ban 1447 H)

Khutbah Jum’at: Siap-Siap Ramadhan! (Edisi 103, 18 Sya’ban 1447 H)

0
Sampul Khutbah
Sampul Khutbah Jum'at, Edisi 103

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Siap-Siap Ramadhan’ (Edisi 103, 18 Sya’ban 1447 H).

Untuk selengkapnya:

SIAP-SIAP RAMADHAN!

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Dia yang masih memanjangkan usia kita, mempertemukan kita dengan hari-hari menjelang Ramadhan di bulan Sya’ban ini. Kita bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat lahir dan batin. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Ma‘āsyiral Muslimīn rahimakumullāh,

Saya wasiatkan kepada diriku dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam ketaatan, kejujuran, dan rasa takut yang melahirkan harapan kepada rahmat Allah.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Di hadapan kita, tidak lama lagi terbentang sebuah bulan yang agung, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Bulan itu adalah Ramadhan. Bulan yang Allah muliakan di atas bulan-bulan lainnya. Bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tujuan utama Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menumbuhkan takwa di dalam hati.

Namun, pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar siap menyambut Ramadhan?

Ataukah Ramadhan datang sementara hati kita masih lalai, amal kita masih berantakan, dan dosa-dosa belum kita sesali?

Atau jangan sampai pikiran dan hati kita lebih terseret menikmati isu-isu viral yang setiap hari mengalir deras di gadget-gadget kita?

Jamaah sekalian yang berbahagia,

Itulah ujian kita hari ini. Berbagai isu sosial dan politik, diselingi gossip-gosip artis, dikelilingi oleh tawaran diskon marketplace; semuanya membuat kita mengalami distraksi besar, sehingga mengacaukan prioritas utama kita dalam hidup ini, yaitu menyiapkan kehidupan Akhirat yang bahagia.

Padahal para ulama Salaf dan orang-orang shaleh dahulu, enam bulan sebelum Ramadhan mereka berdoa agar dipertemukan dengan Ramadhan, dan enam bulan setelahnya mereka berdoa agar amal Ramadhan mereka diterima. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan peristiwa dadakan, tetapi ibadah besar yang menuntut persiapan yang sungguh-sungguh.

Marilah kita merenung sejenak, apa saja langkah-langkah yang harus kita ambil untuk mempersiapkan diri menuju Ramadhan?

Pertama: Persiapan Hati dengan Taubat yang Sungguh-sungguh:

Ramadhan adalah bulan suci. Maka tidak pantas ia disambut dengan hati yang kotor oleh dosa. Taubat adalah pintu pertama. Taubat yang jujur, bukan sekadar ucapan istighfar di lisan, tetapi penyesalan di hati, meninggalkan dosa, dan tekad kuat untuk tidak mengulanginya.

Meskipun patut dicatat, bahwa kewajiban bertaubat itu bukan hanya menjelang atau saat masuk di bulan Ramadhan. Tapi ia menjadi kewajiban setiap waktu dan setiap saat, di sepanjang usia kita di dunia ini.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…”  (Surah al-Tahrim: 8).

Betapa banyak orang berpuasa, tetapi puasanya hanya menyisakan lapar dan dahaga, karena lisannya masih berdusta, matanya masih melihat yang haram, dan hatinya masih dipenuhi iri serta dendam. Maka sebelum Ramadhan tiba, mari kita bersihkan hati: maafkan sesama, lepaskan dendam, dan kembalikan hak orang lain bila ada.

Kedua: Persiapan Ilmu tentang Ramadhan:

Ibadah tanpa ilmu akan melahirkan kelelahan tanpa pahala. Oleh karena itu, sebelum Ramadhan, pelajarilah kembali fiqih puasa: apa yang membatalkan puasa, apa yang menguranginya, adab-adab puasa, dan sunnah-sunnah Ramadhan.

Sama dengan taubat, menuntut ilmu syar’i adalah sebuah kewajiban seumur hidup bagi seorang muslim. Karena Islam ini adalah agama yang dibangun di atas dasar ilmu, maka tidak mungkin kita menjadi seorang muslim yang benar tanpa menuntut ilmu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:

طلبُ العلمِ فريضةٌ على كلِّ مسلمٍ

“Menuntut ilmu (syar’i) itu wajib bagi setiap muslim.”  (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Albani).

Banyak orang rajin beribadah, tetapi keliru dalam tata caranya. Ada yang ringan menggunjing, menganggapnya tidak membatalkan puasa. Padahal meski puasa sah, pahala bisa habis. Maka bekali diri dengan ilmu agar Ramadhan kita berkualitas.

Ketiga: Persiapan Amal dengan Membiasakan Diri:

Ramadhan bukan bulan “uji coba”, tetapi bulan “panen amal”. Maka latihlah diri sebelum Ramadhan. Biasakan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menahan diri dari maksiat.

Untuk kita yang mungkin masih biasa melalaikan shalat 5 waktu, segera perbaiki, segera lakukan perubahan dalam hidup kita. Bukan sekadar untuk menyambut Ramadhan, tapi karena kita tidak pernah tahu kapan ajal kita akan menjemput.

Jika lisan sulit dijaga di bulan-bulan biasa, bagaimana di Ramadhan? Jika Al-Qur’an jarang dibaca sekarang, bagaimana mungkin khatam di Ramadhan?.

Mulailah dari sekarang, meski sedikit tetapi konsisten. Agar saat Ramadhan datang, tubuh dan jiwa sudah terbiasa taat.

Keempat: Persiapan Waktu dan Prioritas Hidup:

Ramadhan adalah bulan yang singkat, tetapi penuh peluang. Sayang sekali jika habis hanya untuk tidur, hiburan, dan kesibukan dunia yang tidak perlu. Maka aturlah waktu sebelum Ramadhan. Kurangi hal-hal yang tidak bermanfaat. Sisihkan waktu khusus untuk Al-Qur’an, shalat malam, dan dzikir.

Renungkanlah, berapa banyak Ramadhan telah kita lalui? Dan berapa banyak yang benar-benar membekas pada akhlak kita?

Kelima: Persiapan Keluarga dan Lingkungan:

Ramadhan bukan hanya urusan pribadi, tetapi keluarga. Ajak istri, suami, dan anak-anak untuk bersiap bersama. Hidupkan suasana iman di rumah. Bicarakan keutamaan Ramadhan, jadikan rumah sebagai tempat ibadah, bukan sekadar tempat berbuka dan tidur.

Wahai saudara-saudaraku, Ramadhan bisa menjadi saksi yang membela kita, atau justru menuntut kita di hadapan Allah. Semua bergantung pada bagaimana kita mempersiapkannya.

Ringkasnya, jamaah sekalian, pesan khutbah hari ini adalah:

Ramadhan bukan hanya untuk dinanti-nanti kehadirannya atau disambut dengan gempita, tetapi harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Dengan taubat yang sungguh-sungguh, ilmu yang benar, amal yang dibiasakan, waktu yang tertata, dan keluarga yang diajak bersama dalam ketaatan.

Jangan sampai Ramadhan datang, tetapi hati kita masih menjauh dari Allah. Jangan sampai kita berpuasa, tetapi akhlak tidak berubah. Ramadhan adalah kesempatan, dan kesempatan itu tidak selalu datang dua kali.

Boleh jadi ini Ramadhan terakhir kita. Tidak ada jaminan kita akan bertemu Ramadhan berikutnya. Maka sambutlah ia seakan-akan Ramadhan terakhir dalam hidup kita.

Semoga Allah panjangkan usia kita dalam ketaatan, kebaikan dan amal shalih, hingga kita semua dapat memasuki bulan Ramadhan dengan indah, dan menyelesaikannya dengan cara terbaik.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hari-hari ini negeri kita ditimpa oleh begitu banyak bencana multi dimensi. Bulan Ramadhan sudah menjelang sementara saudara-saudara kita korban bencana Sumatera masih berusaha untuk memulihkan kondisi mereka seperti sedia kala.

Begitu pula jangan kita lupakan saudara-saudara kita di Gaza, di Palestina, yang hingga hari ini masih terus berjuang dan berjuang menghadapi penjajah Zionis Yahudi.

Maka menjadi kewajiban kita semua kaum Muslimin untuk terus berisik dan menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar dengan cara yang sebijak-bijaknya, agar yang mungkar dan maksiat harus tetap dipandang sebagai kemungkaran dan kemaksiatan. Bukan sesuatu yang dianggap normal dan wajar terjadi.

Selain itu, kita harus memperbanyak doa yang Ikhlas kepada Allah Ta’ala agar para pemimpin Negeri ini diberi hidayah, dibuka hatinya untuk memimpin negeri ini dengan keadilan, kepekaan jiwa dan rasa takut kepada Allah dan hisab di Hari Akhir nanti.

Semoga Allah memperbaiki pribadi-pribadi kita semua, memperbaiki Negeri ini dan seluruh negeri kaum Muslimin.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version