Home Khutbah Khutbah Jum’at: Bulan Rajab yang Mulia (Edisi 099, 19 Rajab 1447 H)

Khutbah Jum’at: Bulan Rajab yang Mulia (Edisi 099, 19 Rajab 1447 H)

0
Sampul Khutbah
Ilustrasi Sampul Khutbah Edisi 099

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Bulan Rajab yang Mulia’ (Edisi 099, 19 Rajab 1447 H).

Naskah selengkapnya:

BULAN RAJAB YANG MULIA…

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan itulah sebaik-baik bekal dalam perjalanan hidup yang singkat ini, dan sebaik-baik simpanan untuk hari perjumpaan kita dengan Allah kelak.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Di antara nikmat besar yang sering kita lupakan adalah nikmat waktu. Waktu terus berjalan, tidak pernah menunggu, dan tidak pernah bisa diulang. Allah Ta’ala bersumpah dengan waktu dalam banyak ayat Al-Qur’an, sebagai isyarat betapa agung dan mahalnya nilai waktu dalam kehidupan manusia.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“Demi masa. Sungguh manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2).

Kerugian itu terjadi ketika waktu berlalu tanpa diisi dengan iman, amal shalih, dan ketaatan kepada Allah.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hari-hari ini, kita sedang menjalani hari-hari bulan mulia, yaitu bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Rajab bukan bulan biasa. Ia termasuk al-asyhur al-hurum, bulan-bulan haram yang dimuliakan Allah sejak penciptaan langit dan bumi.

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ 

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu…”  (QS. At-Taubah: 36).

Dalam ayat ini, Allah menyebutkan bahwa di antara dua belas bulan, ada empat bulan yang memiliki kehormatan khusus, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa dosa di bulan-bulan haram lebih besar dosanya, dan amal shalih di dalamnya lebih besar pahalanya.

Pesan Ibnu Abbas ini sangat penting untuk kita renungkan. Bahwa bulan Rajab adalah momentum kebaikan yang tidak boleh disia-siakan untuk memperbanyak amal shalih. Sebagaimana juga ia adalah momentum yang harus kita waspadai untuk menjauhi kemaksiatan dan kezhaliman-meskipun di bulan lain juga seperti itu-. Tapi, bulan Rajab menyimpan potensi pahala dan dosa itu akan diperbesar nilainya di sisi Allah.

Maka bulan Rajab adalah momentum penting untuk muhasabah bagi kita semua, bukan justru menjadi perjalanan waktu yang kita lalaikan.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Namun penting untuk kita luruskan pemahaman sejak awal:
bahwa tidak ada satu pun ibadah khusus di bulan Rajab yang ditetapkan dengan dalil shahih secara spesifik untuk diamalkan; baik itu puasa Rajab di hari tertentu, shalat Raghaib, atau perayaan malam-malam tertentu. Seluruh hadits tentang keutamaan ibadah khusus Rajab adalah lemah bahkan palsu, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama muhaqqiqin.

Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah berkata:

“Tidak ada hadits shahih yang dapat dijadikan hujjah tentang keutamaan Rajab, puasa khususnya, atau shalat malam tertentu di dalamnya.”

Maka inilah pemurnian ibadah yang harus selalu kita lakukan: kita beribadah bukan karena tradisi, bukan karena ramai-ramai, tapi karena dalil dari Allah dan RasulNya.

Jamaah sekalian,

Lalu bagaimana panduan yang benar menjalani bulan Rajab?

Pertama, menjaga diri dari dosa lebih ketat dari bulan-bulan biasa. Karena dosa di bulan haram lebih berat akibatnya. Maka jauhilah maksiat mata, maksiat lisan, maksiat tangan, dan maksiat hati. Jangan rusak kehormatan Rajab dengan kemaksiatan yang dianggap sepele.

Kedua, memperbanyak amal shalih secara umum. Shalat tepat waktu, memperbaiki shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir dan istighfar, bersedekah, berbakti kepada orang tua, serta menjaga akhlak dalam keluarga dan masyarakat. Tidak amalan khusus atau spesifik seperti yang telah kita singgung sebelumnya.

Ketiga, menjadikan Rajab sebagai pintu taubat yang serius. Rajab adalah gerbang menuju Sya’ban dan Ramadhan. Siapa yang tidak memulai taubat di Rajab, biasanya akan terseok di Ramadhan.

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

“Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen.”

Maka siapa yang malas menanam di Rajab, jangan berharap panen manis di Ramadhan.

Keempat, melatih konsistensi amal, bukan euforia sesaat. Islam tidak mengajarkan ibadah musiman. Yang Allah cintai adalah amal yang sedikit tapi terus-menerus.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللّٰهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Rajab seharusnya membuat kita lebih serius dengan agama, bukan lebih santai. Lebih takut kepada dosa, bukan lebih berani bermaksiat. Lebih membuktikan rindu pada Ramadhan, bukan justru jauh dari Al-Qur’an.

Marilah kita jadikan Rajab sebagai bulan memperbaiki niat, meluruskan ibadah, dan membersihkan hati, agar saat Ramadhan datang, kita datang dalam keadaan siap, baik secara jasmani dan ruhani.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mari kita ringkas pelajaran penting dari bulan Rajab:

Rajab bukan bulan ritual baru, tetapi bulan kesadaran untuk kembali taat. Rajab bukan panggung ibadah yang aneh-aneh, tetapi waktu memperbaiki fondasi iman melalui amal-amal yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika selama ini shalat kita lalai, Rajab adalah saat memperbaikinya. Jika selama ini Al-Qur’an jauh dari hidup kita, Rajab adalah saat mendekat. Jika selama ini dosa terasa ringan, Rajab adalah saat menakutinya kembali.

Jangan tunggu Ramadhan untuk berubah, karena tidak semua orang dipertemukan dengan Ramadhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:

بادِروا بالأعمالِ سبعًا : هل تنظرون إلَّا فقرًا مُنسِيًا، أو غنًى مُطغِيًا، أو مرضًا مُفسِدًا، أو هِرَمًا مُفنِّدًا أو موتًا مُجهِزًا ، أو الدَّجَّالَ، فشرٌّ غائبٌ يُنتَظرُ، أو السَّاعةُ فالسَّاعةُ أدهَى وأمرُّ

“Bersegeralah kalian dengan beramal sebelum (datang) tujuh perkara; tidaklah kalian menantikan melainkan penyakit yang membinasakan, atau ketuaan yang melemahkan, atau kekayaan yang menyesatkan, atau kemiskinan yang melalaikan, atau kematian yang menghancurkan, atau Dajal, maka ia adalah seburuk-buruk yang dinanti, ataupun kiamat berkenaan, detik berkenaan adalah yang paling teruk dan paling pahit.” (HR. al-Tirmidzi).

Artinya, jangan pernah menunda taubat, jangan pernah menunda kebaikan.

Karena itu, Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Mari kita isi Rajab dengan: taubat yang jujur, amal shalih yang tenang, ilmu yang lurus, ibadah yang ikhlas, akhlak yang baik.

Semoga Allah menjadikan Rajab ini sebagai titik balik kehidupan kita.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hari ini, marilah kita terus menjadi bagian mereka yang terus bekerja untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Sumatra. Siapkan semua bentuk dukungan yang bis akita berikan. Kita doakan agar Allah mengganti kesedihan mereka dengan ketenangan, kehilangan mereka dengan karunia, dan musibah mereka dengan ampunan dan rahmat.

Hari-hari ini, kita juga tidak bosan-bosannya terus mengingatkan untuk: Jangan pernah lupakan Gaza! Jangan lupakan saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, meskipun telah terjadi kesepakatan gencatan senjata, tapi perjuangan membebaskan bumi al-Aqsha sama sekali belum selesai! Karena penjajahan kaum Zionis Yahudi masih tetap eksis di sana entah sampai kapan.

Mintalah agar Allah menjaga iman kita, menjaga keluarga kita, menjaga ketenangan negeri kita, dan menjaga seluruh nikmat yang kita genggam hari ini.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version