mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Indahnya Kesabaran’ (Edisi 093, 7 Jumadil Akhir 1447).
Naskah selengkapnya:
‘INDAHNYA KESABARAN‘
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
Kaum muslimin jamaah Jumat yang berbahagia
Marilah kita senentiasa memperbarui rasa syukur kita pada Allah, sebagaimana Allah tak pernah berhenti mencurahkan nikmatnya kepada kita sekalian.
Tak lupa pula kita kirimkan salawat dan salam kepada baginda Rasulullah, nabi yang diutus Allah sebagai rahmat bagi sekalian alam.
Tak lupa pula kami wasiatkan untuk diri kami dan seluruh hadirin agar senantiasa bertakwa kepada Allah ta’ala. Takwa yang membuat hati kita hidup, amal kita lurus, dan langkah kita tetap berada di jalan yang Allah ridhai.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah…
Setiap insan di dunia ini tidak pernah luput dari ujian dan cobaan. Dan Allah menjadikan salah satu bekal terpenting untuk menghadapi seluruh ujian itu adalah kesabaran. Sabar adalah cahaya di tengah gelapnya kesulitan, sabar adalah kekuatan ketika hati terasa sempit, dan sabar adalah pintu luas bagi pertolongan Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153).
Jika Allah bersama orang-orang yang sabar, maka sungguh, mereka tidak pernah benar-benar sendiri dalam ujian mereka.
Allah juga berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar diberi pahala tanpa batas.” (Az-Zumar: 10).
Ayat ini adalah pelipur lara bagi siapa saja yang sedang menahan pedihnya ujian. Tidak ada amal yang Allah janjikan pahala tanpa batas kecuali sabar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
« وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ »
“Tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (Muttafaq ‘alaih)
Karena itulah para salaf sangat menjunjung tinggi kesabaran. Umar bin al-Khaththab berkata:
« أَفْضَلُ الْعَيْشِ الصَّبْرُ »
“Sebaik-baik hidup adalah hidup dengan kesabaran.”
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah..
Ketahuilah, sesungguhnya Sabar itu mencakup tiga hal besar yang menyertai kehidupan seorang muslim. Yang pertama adalah sabar dalam menjalankan ketaatan. Jalan ketaatan bukan jalan yang tanpa godaan; menundukkan pandangan dari yang haram, menjaga lisan dri gibah, namimah, berduata dan adu domba, shalat tepat waktu, bangun untuk Subuh—semuanya memerlukan kesabaran. Allah berfirman:
فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ
“Maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepada-Nya.” (Maryam: 65).
Yang kedua adalah sabar meninggalkan maksiat. Hawa nafsu selalu mengajak kepada hal-hal yang mendatangkan murka Allah, namun orang yang takut kepada Rabb-nya akan mampu menahan diri. Allah berfirman:
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
“Adapun orang yang takut akan kedudukan Rabbnya dan menahan dirinya dari hawa nafsu, maka surga-lah tempat tinggalnya.” (An-Nāzi‘āt: 40–41).
Dan yang ketiga adalah sabar menghadapi takdir yang pahit. Musibah, kehilangan, sakit, kesulitan ekonomi, fitnah manusia—semua ini adalah bagian dari ketentuan Allah yang harus kita terima dengan penuh keyakinan bahwa Allah Maha Bijaksana dalam segala keputusan-Nya. Allah berfirman:
وَاصْبِرْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ
“Bersabarlah hingga Allah memberi keputusan.” (Yunus: 109).
Rasulullah ﷺ bersabda:
« إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى »
“Sabar itu pada benturan pertama.” (HR. Bukhari).
Sungguh banyak kisah orang shalih yang memperlihatkan betapa manisnya buah kesabaran. Dikisahkan seorang wanita salaf yang kehilangan anaknya. Ketika suaminya pulang, ia tidak langsung memberi kabar duka itu. Ia menyiapkan makanan terbaik, melayani suaminya dengan tenang. Setelah suaminya istirahat, ia berkata: “Wahai suamiku, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang menitipkan barang kepada kita, lalu ia mengambilnya kembali?” Sang suami menjawab, “Itu haknya.” Wanita itu pun berkata lembut, “Maka ketahuilah bahwa Allah telah mengambil kembali titipan-Nya… anak kita.”
Meski hatinya hancur, ia mampu menyampaikan dengan ketenangan yang bersumber dari keimanan. Inilah sabar—bukan hilangnya rasa sakit, tetapi kemampuan menjaga hati dari keluh kesah di hadapan manusia, dan mengadukan semuanya kepada Rabb yang Maha Lembut.
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah..
Tidak ada yang hidup tanpa ujian. Ada yang diuji rezekinya, kesehatannya, keluarganya, masa depannya, atau ketenangan hatinya. Namun setiap ujian disertai janji:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Allah tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita. Karena itu, mintalah kepada Allah agar memberikan kesabaran yang luas kepada kita, kesabaran yang menenangkan hati, menguatkan langkah, dan mendekatkan kita kepada-Nya. Dengn sebuah keyakinan bahwa setiap ujian dari-Nya adalah merupakan penggugur dosa dan pengangkat derajat disisi-Nya…
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
