Home Khutbah Khutbah Jum’at: Kematian Itu Pasti (Edisi 087, 25 Rabiul Akhir 1447)

Khutbah Jum’at: Kematian Itu Pasti (Edisi 087, 25 Rabiul Akhir 1447)

0
Sampul khutbah
Sampul Khutbah Jum'at Edisi 087

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Kematian Itu Pasti’ (Edisi 087, 25 Rabiul Akhir 1447).

Naskah selengkapnya:

‘KEMATIAN ITU PASTI…’

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah mengarunikan kehidupan untuk kita semua dalam keadaan sebagai seorang muslim yang mentauhdikan Allah Ta’ala. Nikmat Islam adalah nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada kita semua. Nikmat Tauhid adalah karunia terbesar yang Allah pilihkan untuk kita semua. Karena semua kenikmatan dan kesenangan di dunia ini pasti akan habis dan berakhir, kecuali jika masih menggenggam nikmat Islam dan Tauhid.

Nikmat Islam dan Tauhid itulah yang akan menjamin keselamatan perjalanan kita paska kehidupan dunia ini, di kehidupan Akhirat nanti.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah!

Kematian adalah sebuah kepastian yang terjadi pada setiap eksistensi yang hidup di alam semesta ini. Setiap makhluk yang hidup dan bernyawa pasti akan mencicipi kematian itu. Tidak ada yang dapat lari dan menghindarinya, entah itu manusia, jin maupun hewan dengan segala variannya.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Artinya:

“Setiap jiwa akan mencicipi/merasakan kematian…”  (Surah Ali Imran: 185).

Bahkan manusia-manusia pilihan Allah, para kekasih Allah Ta’ala, para Nabi dan Rasul; tidak ada satu pun dari mereka yang diberikan keabadian di dunia ini. Semuanya pasti mati dan meninggalkan kehidupan dunia ini.

Bukankah Nabi Nuh telah mati, Nabi Ibrahim kekasih Allah pun telah mati, Nabi Musa pun telah tiada, Nabi Isa pun akan mati saat Kiamat telah begitu dekat –‘alaihimussalam-. Bahkan kekasih kita, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah meninggalkan kehidupan dunia ini. Bahkan Allah Azza wa Jalla telah berpesan kepada beliau:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

Artinya:

“Sungguh engkau (wahai Muhammad) pasti mati, dan sungguh mereka (juga) pasti mati.”  (Surah al-Zumar: 30).

Para sahabat Nabi yang mulia pun-radhiyallahu ‘anhum- juga mengalami kematian dengan segala kemuliaan mereka di sisi Allah. Abu Bakr al-Shiddiq yang keimanannya bagaikan gunung yang kokoh, Umar bin al-Khattab yang keberaniannya begitu hebat, Utsman bin Affan yang malaikat pun malu padanya, ‘Ali bin Abi Thalib yang dikasihi oleh Rasulullah, serta para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya; mereka semua mengalami kematian dan telah pergi meninggalkan kehidupan dunia ini.

Seperti itulah kehidupan dunia ini, kaum muslimin yang berbahagia, kita semua akan pergi meninggalkannya dengan melewati sebuah pintu gerbang yang pasti, bernama: kematian!

Maka orang-orang beriman, orang-orang shalih yang dicintai Allah akan mengalami kematian; orang-orang kafir, para pendurhaka dan pecinta maksiat pun akan mengalami kematian yang pasti di penghujung hidupnya.

Tapi tentu saja perbedaannya sangat jauh antara kematian orang beriman dan beramal shalih dengan mereka yang memilih kafir dan durhaka kepada Allah.

Tentang orang-orang beriman: para Sahabat Nabi dan siapapun yang mengikuti jejak mereka dalam beragama, Allah Ta’ala berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:

“Dan orang-orang yang terdahulu dan pertama dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik: Allah telah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Dan (Allah)  telah menyiapkan untuk mereka Surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal selamanya di dalamnya. Itulah kemenangan yang paling besar.” (Surah al-Taubah: 100).

Sebuah kehidupan yang tak terlukiskan indahnya paska kematian.

Sementara untuk orang-orang kafir dan para pendurhaka, Allah Ta’ala mengatakan:

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

Artinya:

“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang kafir: ‘Kalian akan dikalahkan (di dunia ini), dan (kelak) kalian akan digiring menuju Neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (Surah Ali Imran: 12).

Maka, jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Kematian adalah sebuah kepastian yang paling pasti dalam kehidupan kita. Kematian adalah sebuah fakta yang paling faktual terjadinya dalam kehidupan kita di dunia ini. Tidak akan ada tempat bagi kita untuk menghindar dari kematian. Tidak akan pernah ada…

Allah Ta’ala berfirman mengingatkan kita semua:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Artinya:

“Dimanapun kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, meski kalian (sembunyi) di dalam benteng-benteng yang sangat kuat.”  (Surah al-Nisa’: 78).

Sayangnya Syetan selalu memalingkan kita dari fakta ini. Syetan selalu mengiming-imingi kita dengan dunia yang tampak berkilau, sehingga kita lupa bahwa kematian bisa datang kapan saja.

Yang diberi kekuasaan dibuat lupa oleh Syetan bahwa kekuasaannya tidak akan kuasa menghalanginya dari malaikat pencabut nyawa!.

Yang diberi kekayaan dibuat lupa oleh Syetan bahwa kekayaannya tidak akan pernah mampu membayar kematian untuk menunda kedatangannya!.

Sejarah adalah saksi paling jujur tentang itu semua. Sebutkanlah nama-nama manusia yang dulu dianggap paling hebat, paling kuat, paling terlindungi oleh sistem keamanannya sendiri. Ke mana mereka sekarang? Firaun binasa begitu saja. Hitler hancur tak berbekas. Dan banyak lagi manusia yang berusaha menghindari kematian, tapi kematian mendatanginya dengan cara yang tak pernah ia bayangkan.

Jamaah Jum’at yang berbahagia!

Karena itu, ingatlah selalu pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ: الْمَوْتَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ، وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ

Artinya:

“Perbanyaklah oleh kalian mengingat sang pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidak ada satupun orang yang mengingat kematian saat ia dalam kesempitan hidup, melainkan itu akan melapangkan hidupnya. Dan tidak ada satupun yang mengingatnya saat hidupnya lapang, melainkan itu akan menyempitkan hidupnya.”  (HR. al-Thabarani dan al-Hakim, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Targhib no. 3333).

Melalui hadits ini, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita bahwa mengingat-ingat kematian adalah sebuah kewajiban kita setiap hari di sepanjang hayat kita.

Mengingat mati akan memadamkan rasa cinta dunia yang terlalu berkobar menguasai hati kita, karena kita sadar bahwa semua nikmat dunia akan habis dan selesai dengan kematian.

Mengingat mati juga akan menenangkan jiwa kita saat hidup kita terasa sempit dan sulit; karena kesempitan dunia bukanlah apa-apa dibandingkan balasan yang Allah siapkan di Akhirat nanti; baik untuk orang beriman maupun orang kafir.

Mengingat mati juga mengingatkan kita saat mendapatkan kelapangan harta dan fasilitas dunia, agar kita tidak terseret dalam kenyamanan itu sehingga lupa menyiapkan bekal pulang menuju Allah Ta’ala.

Maka, sekali lagi, kematian itu pasti sepasti-pastinya. Tidak ada peristiwa yang paling meyakinkan terjadinya dalam kehidupan kita manusia ini selain kematian. Maka persoalannya sekarang bukan lagi pada apakah kita akan mati atau tidak? Atau kapan kita akan mati?.

Persoalannya sekarang adalah apakah yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi kehidupan setelah kematian itu?.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hari-hari ini, kita tidak bosan-bosannya terus mengingatkan untuk: Jangan pernah lupakan Gaza! Jangan lupakan saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, meskipun telah terjadi kesepakatan gencatan senjata, tapi perjuangan membebaskan bumi al-Aqsha sama sekali belum selesai! Karena penjajahan kaum Zionis Yahudi masih tetap eksis di sana entah sampai kapan.

Maka, kita tidak boleh lupa, bahwa keberadaan mereka di bumi jihad Palestina itu lebih dari sekadar mempertahankan negara mereka yang bernama Palestina, tapi lebih dari itu, mereka sedang mewakili kita kaum muslimin untuk mempertahankan dan mengembalikan Masjidil Aqsha ke tangan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka salah satu jihad kita umat Islam di negeri ini terhadap Palestina adalah memberikan dukungan dalam berbagai bentuknya untuk saudara-saudara kita para pejuang dan umat Islam di Gaza dan Palestina. Jangan putus berdoa untuk mereka dalam setiap kesempatan yang Allah berikan untuk berdoa.

Semoga dukungan kita untuk Gaza juga bisa menjadi sebuah jejak kebaikan yang Allah catatkan dalam lembaran amal kita, insya Allah.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version