بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُ  قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: أَنْ تَجْعَلَ لِلهِ نِدًّا، وَهُوَ خَلَقَكَ. قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ. قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu ia berkata:”Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:”Dosa apakah yang paling besar?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam  menjawab:”Engkau menyekutukan Allah padahal Dia yang telah menciptakanmu”, Kemudian aku bertanya lagi:”Kemudian dosa apa lagi?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam  menjawab:”Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu”. Aku bertanya lagi:”Kemudian dosa apa lagi?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam  pun menjawab:”Engkau berzina dengan istri tetanggamu”. (HR. Al-Bukhari (no. 4477, 6001, 6811, 6861, 7520, 7532); Muslim (no. 86); At-Tirmidzi (no. 3182), dan an-Nasa`i (VII/89-90).

Ini yang disebut dengan syirik dan Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman : 13).

Jangan mengatasnamakan adat dan budaya jika didalamnya terdapat kesyirikan karena diharamkan oleh Allah dan Rasulullah dan tidak semua adat dan budaya dihapuskan selama tidak bertentangan dengan syariat maka silahkan jalankan, adapun yang bertentangan dengan syariat apalagi jika didalamnya ada kesyirikan, misalkan mempersembahkan sesajen dilaut atau disungai atau dipohon tertentu yang di khwatirkan mudharatnya, menggantungkan azimat atau bertanya kepada dukun kemudian mempercayainya dan ritual-ritual yang lain, semua ini bagian dari syirik kepada Allah Subhanahu wata’ala, dosa yang paling besar disisi Allah adalah ketika seseorang meninggal sedang ia melakukan kesyirikan yang menyebabkan ia kekal didalam neraka, orang yang mempersekutukan Allah diharamkan untuknya masuk ke dalam surga, inilah pentingnya kita mempelajari aqidah dan tauhid, Allah berfirman:

Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah”. (HR. At Tirmidzi)

Jangan lagi ada diantara kita mencari alasan dengan mendatangi kuburan orang sholeh kemudian meminta dikuburan tersebut agar menjadi perantara antara dirinya dengan Allah dengan alasan orang yang didalam kubur adalah orang sholeh yang doanya makbul, ini adalah kesyirikan dan ini pula hujjah dan alasan orang – orang musyrik dahulu dizaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka berkata:

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar”. (QS. Az Zumar: 3).

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu)”. (QS. Yunus: 18).

Bentuk kesyrikan yang lain adalah meyakini keampuhan benda – benda tertentu yang bisa mendatangkan manfaat dan mudharat seperti cincin yang terbuat dari batu akik, penjual batu akik berkata:”Cincin ini sudah sudah di isi”, dan ini adalah rananya para penjual batu akik yang kadang menjerumuskan dalam kesyirikan. Allah berfirman:

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Maidah: 76).

Orang – orang nasrani yang mempertuhankan Isa dan ibunya Maryam kelak akan ditanya oleh Allah, Allah bertanya kepada Isa:

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (QS. Al-Ma’idah : 116).

Adapula yang berupa gelang yang diikat pada lengan tangan anak kecil dengan niat menolak bala ini bagian dari kesyirikan kepada Allah Subhanahu wata’ala, Rasulullah pernah melihat ada seorang sahabat yang menggunakan seperti itu, Rasulullah berkata:”Apa ini.?”, ia berkata:”Ini penangkal demam, penyakit Ya Rasulullah”, Rasulullah berkata:”Cabut itu, jika kau mati dan masih ada pada dirimu kau tidak akan beruntung selamanya”, ini sama halnya dengan yang di ikat diperut anak kecil.

Diantara kesyrikan yang lain adalah bernasib sial dengan benda tertentu, ketika ia akan bepergian ia mendengar suara burung hantu atau burung gagak ia menuda atau membatalkan berangkat atau ia mengatakan:”Tidak lama lagi akan ada yang meninggal disini”, hal yang seperti ini kita tinggalkan dan kita hanya bertawakkal kepada Allah, bergantung hanya kepada Allah karena setiap sholat kita membaca ayat:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. (QS. Al-Fatihah : 5).

Lanjutan hadist: Kemudian aku bertanya lagi:”Kemudian dosa apa lagi?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:”Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu”.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”. (QS. Al-Isra : 31).

Aku bertanya lagi:”Kemudian dosa apa lagi?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam  pun menjawab:”Engkau berzina dengan istri tetanggamu”. Zina adalah dosa yang sangat besar disisi Allah Subhanahu wata’ala bahkan dalam riwayat disebutkan berzina dengan 10 wanita itu lebih ringan dibandingkan berzina dengan wanita yang merupakan tetangga yang semestinya kita menjaga kehormatannya.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.