بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

“(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat”. (QS. Qaf : 33). 

Imam Abdurrahman As Sa’diy Rahimahullah berkata:”Dia takut kepada tuhannya karena mengenal tuhannya, dia mengharapkan rahmatnya dan senantiasa takut kepada Allah Subhanahu wata’ala dalam kondisi ghaib ketika orang – orang tidak melihatnya”, inilah takwa, Kita senantiasa takut kepada Allah Subhanahu wata’ala dan merasa diawasi oleh Allah dan puncaknya adalah senantiasa takut kepada Allah ketika bersendirian tatkala tidak ada orang yang melihatnya dia diberi amanah yang dititipkan kepadanya berupa uang dalam jumlah yang besar jika dikurangi sedikit tidak nampak, tidak ada yang tahu namun ketika ia hendak melakukannya ia ingat kepada Allah Subhanahu wata’ala yang maha tahu, sebagaimana ketika salah seorang yang sholeh diajak berzina oleh salah seorang wanita, wanita ini berkata:”Tidak ada yang melihat kita malam ini, yang menyaksikan kita hanya bintang – bintang dilangit”, lelaki ini menjawab:”Lalu kemana perginya yang menciptakan bintang – bintang itu dialah Allah Subhanahu wata’ala”.

“Ketika engkau bersendirian dalam gelapnya malam dan jiwamu mengajak engkau untuk melakukan maksiat maka malulah dari pandangan tuhanmu dan sampaikan kepadanya sesungguhnya yang menciptakan gelapnya malam itu melihat dari apa yang engkau lakukan”. Sebelum jempol menekan kata ok atau enter dikomputer, dilaptop, dihandphone walaupun berusaha menyembunyikan dan tidak diketahui oleh siapapun maka ketahuilah Allah maha mengetahui, Allah maha melihat dan mencatat, tangan akan bersaksi pada hari kemudian, ketika pandangan mata memandang dari yang diharamkan oleh Allah baik secara langsung maupun melalui media Allah maha tahu, sebuah mutiara yang sangat indah dari salah seorang syaikh yang mengatakan bahwasanya:”Memandang kepada apa yang diharamkan lebih cepat mematikan hati dari mendengarkan yang diharamkan, mengapa demikian karena pandangan yang haram adalah merupakan panah dari panah – panah Iblis maka berhati – hatilah jangan bermain main dengan panah Iblis takutlah kepada Allah Subhanahu wata’ala”, Allah melihat dan menyaksikan dari apa yang kita lakukan, Rasulullah berpesan kepada para lelaki:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita”. (HR. Bukhari: 5096 dan  Muslim: 2740).

Tidak ada yang selamat darinya sampai orang sholeh sekalipun, jangan kemudian ghurur dan mengatakan saya sudah menuntut ilmu, saya sudah sering mengerjakan sholat dan tarbiyah dan saya sudah aman, tidak masalah jika saya chat fulanah untuk mendakwahinya, berhati – hatilah karena distu syaithan akan masuk, begitupula para akhwat ketahuilah sesungguhnya semua lelaki kecuali suami anda adalah serigala siapapun dia, jangan pernah bermain – main dengan hal seperti ini, bersabar sesaat karena bidadari sifat mereka disebutkan senantiasa menundukkan pandangan mata mereka dan siapa yang tergesa – gesa sebelum waktunya bisa – bisa dia diharamkan darinya, pelihara diri kita apalagi bagi para penuntut ilmu bagaimana mungkin kita bermuamalah dengan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian dengan enteng dan mudahnya kita terjatuh dalam perkara yang demikian, dari mana kita akan mendapatkan taufik dan keberkahan dari ilmu yang kita tuntut, bersabarlah sesaat.

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah mengibaratkan:”Orang yang melepaskan matanya begitu saja dan ia tidak berusaha untuk menundukkannya, seperti seseorang yang mengendarai kuda dan terjepit pada sebuah lorong yang sempit jika ia paksakan maka kudanya bisa rusak oleh karenanya mundur perlahan dan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala”. Ini adalah zaman yang penuh dengan fitnah maka mari senantiasa Muraqabutullah dan tanamkan rasa takut kepada Allah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita doa;

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami”. (HR. Tirmidzi dan Hakim).

Pada hari kiamat kita akan mempertanggungjawabkan dari apa yang kita lakukan tersebut, mari kita senantiasa mentadabburi ayat – ayat ini dan menyabarkan diri – diri kita agar kita termasuk orang yang dihari kiamat nanti dimasukkan ke dalam surga.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.