Kisah dari seorang laki-laki ahli ibadah yang berasal dari Kufah. Dia adalah pemuda yang tampan, pendiam dan rajin beribadah. Suatu hari seorang wanita yang cantik melihatnya dan akhirnya jatuh hati padanya. Hatinya terikat dengan pemuda tersebut. Hatinya tak mampu menyimpan rasa yang semakin berat. Dia menghalangi jalan pemuda itu yang sedang menuju masjid dan berkata, “Wahai pemuda dengarkanlah, saya ingin berbicara denganmu. Setelah itu teserah padamu, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan”. Pemuda tersebut tidak membalasnya, seolah tidak mendengar  perkataanya dan berlalu pergi. Tiap hari si wanita menghalangi jalan pemuda itu, tapi sikapnya tetap sama. Hingga suatu hari, dia berkata, “Wahai fulan, sungguh seluruh anggota tubuhku tersibukkan olehmu. Maka, kuserahkan urusan ini pada Allah”.

Pemuda ini pulang ke rumahnya. Dia hendak melakukan shalat, tapi tidak tahu bagaimana melakukannya. Lalu, dia mengambil sebuah buku dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Ketika berpapasan dengan wanita itu, dia melemparkan buku itu ke arahnya. Wanita itu lalu membukanya. Apa yang telah dituliskannya? Saya harap kamu bisa mentadabburi pesan ini saudariku..!

Bismillahirrahmanirrahiim..

Ketahuilah wahai wanita bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menutupi dosa hamba yang berbuat maksiat dan ketika hamba itu kembali berbuat dosa, maka Allah pun kembali menutupinya. Namun jika ia mengenakan pakaian dosa tersebut, maka Allah akan marah terhadap hamba tersebut. Kemarahan yang akan menjadikan langit, bumi, gunung-gunung, pepohonan dan binatang menjadi sempit. Siapa gerangan yang mampu menahan kemarahan Allah?

Dan jika apa yang kau ucapkan merupakan suatu kebathilan, maka aku mengingatkanmu dengan suatu hari dimana langit akan luluh dan meleleh seperti timah atau perak. Dan gunung akan diterbangkan seperti kapas. Dan seluruh manusia akan tunduk pada kebesaran Ilahi. Dan sesungguhnya aku demi Allah, telah lemah untuk memperbaiki diri sendiri apatah lagi utnuk memperbaiki orang lain.

Namun, jika apa yang kau ucapakan adalah kebenaran. Maka, aku tunjukkan padamu obat yang bisa menyembuhkanmu dan tabib yang bisa memberimu kesembuhan dari sakitmu yang parah. Dialah Allah Subhanahu Wa ta’ala, Tuhan semesta alam. Kembalilah kepada-Nya. Wahai wanita! Panjatkanlah doa yang jujur kepadaNya. Saya mengingatkanmu dengan firman Allah

Artinya :

Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat) yaitu ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang dzalim tidak memunyai teman seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya. Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati dan Allah menghukum dengan keadilan. (QS. Al Mukmin : 18-20)

Kemanakah kita akan lari dari ayat yang muia ini?

Wassalam

Berlalu hari dan wanita itu kembali menjumpai pemuda shaleh itu di jalan. Ketika pemuda itu melihatnya, ia segera berbalik. Namun wanita itu berkata, “Wahai pemuda, jangan pergi! Tidak akan ada lagi pertemuan setelah ini kecuali dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla kelak. Dia menangis dengan pilu. “Berikanlah saya wasiat yang bisa saya kerjakan.” Berkata pemuda itu, “Saya menasehatimu dengan ketakwaan kepada Allah dan penjagaan atas dirimu. Ingatlah senantiasa firman Allah,

Artinya :

“dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari …. “. (QS. Al An’am ; 60)

Wanita itu kembali menangis lebih keras dari tangisannya yang pertama. Lau, ia pulang ke rumahnya dan tak pernah keluar darinya. Ia perbanyak ibadahnya sampai kematian menemuinya. Dan pemuda itu terus mengenangnya terkadang menangis karena rasa kasih dalam hatinya.

Oleh Ustadzah Ummu Faari’ AR

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR