بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Wuduh secara bahasa disebut Al Wada’ah artinya yang bercahaya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berjalan bersama dengan para sahabat mengantar jenasah, setelah dikuburkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian mengatakan:“Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku (saudara-saudaraku). Sahabat Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu berkata:“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku, Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” (HR. Muslim)

Yang dimaksud oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ummatnya yang hidup setelah beliau meninggal yang beriman kepada beliau, beliau sangat rindu berjumpa dengan kita, mungkin diantara kita pasti rindu bejumpa dengan Imam Masjidil Haram yang memiliki suara yang merdu lalu bagaimana lagi jika kita rindu berjumpa dengan Rasulullah dan semoga kita semua dikumpulkan disurga bersama dengan beliau.

Salah seorang ulama pernah ditanya:”Coba berikan kepadaku satu kalimat kesimpulan kenikmatan surga“, dia berkata:”Didalamnya ada Rasulullah“, jika disebutkan kenikmatan surga maka di dalamnya ada sungai yang mengalir, ada buah – buahan yang yang tidak berubah rasanya, kemudian sungai berbagai macam airnya, di dalamnya tidak ada manusia yang tua, manusia kekal di dalamnya, diberikan istana, dll.

Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah:“Bagaimana anda mengenal ummat anda pada hari kiamat yang sangat banyak“, beliau berkata:”Setiap diantara kalian akan dikenali dihari kemudian dengan wajah yang bercahaya disebabkan karena bekas air wuduh“, siapa diantara kita yang senantiasa menjaga wuduhnya maka ia telah menjaga sholatnya karena sholat tidak akan diterima kecuali bersuci yaitu berwuduh maka dengan bekas wuduh tersebut dia akan dikenali oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dihari kemudian, tidak perlu kita memperkenalkan diri dengan berkata:”Ya Rasulullah saya Ahmad seorang muslim yang tinggal di Makassar’” karena beliau langsung tahu bahwasanya itu adalah ummatnya dengan wajahnya yang berseri – seri, Allah berfirman:

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ , وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu, Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya“. (QS. Ali Imran : 106-107).

Ini keutamaan berwuduh diakhirat wajah akan bercahaya begitupula di dunia juga demikian, coba perhatikan orang yang menjaga sholatnya dengan baik muka mereka bercahaya, wajah berseri – seri walaupun dia berkulit hitam nampak cahaya diwajahnya, nampak ketawaduan diwajahnya, tidak ada kesombongan pada dirinya karena Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar“. (QS. Al-Fath: 29).

Kata Qatadah:“Dia memiliki sifat tawadhu, mukanya bercahaya dan berseri – seri“. Ini diantara keutamaan wuduh yang dengannya kita akan dikenali oleh Rasulullah dihari kemudian.

Hendaknya senantiasa menjaga wuduh kita dengan baik walaupun tidak dalam kondisi hendak melaksanakan ibadah atau sholat yang mempersyaratkan thaharah atau bersuci, jika wuduh kita batal dan belum dekat waktu sholat maka perbaharui kembali wuduh kita, salah seorang ulama pernah ditanya:”Bagaimana persiapan mu menghadapi kematian“, dia berkata:”Tidaklah wuduh saya batal kecuali saya memperbaharuinya”. Sangat indah jika kematian menjemput kita sedang dalam keadaan berwuduh, begitupula ketika hendak tidur kita bersuci atau berwuduh yang dengannya kita dijaga oleh malaikat. Termasuk yang junub dimalam hari, misalnya dia berhubungan antara suami istri kemudian dia malas mandi atau tidak ada air.

Umar pernah bertanya:”Ya Rasulullah bolehkah kami itu tidur sedang kami dalam keadaan junub”, Nabi berkata:”Silahkan, tapi dengan syarat sebaiknya dan hendaknya wuduh sebelum tidur“. Mencuci tempat yang kotor kemudian dia berwuduh dan silahkan dia tidur nanti ketika bangun mau sholat ia mandi junub karena walaupun dia sholat 1000 kali dalam keadaan junub maka tidak sah sholatnya. Harus mandi wajib yang disertai dengan niat dan ini penting, kadang ada orang yang hanya sekedar mandi seperti biasa padahal dia dalam keadaan junub sehingga dia tidak berniat, jika seseorang dalam keadaan junub dan dia lupa klo lagi sedang junub kemudian dia sholat subuh, sholat dhuhur, sholat ashar pas setelah sholat ashar dia baru ingat jika dia junub maka yang harus dia lakukan adalah mandi junub dan mengulangi sholat subuh, dhuhur, ashar karena sholatnya tersebut tidak sah.

Wanita yang selesai haid maka wajib dia mandi junub, siapa yang suci haidnya diwaktu siang maka jangan dia menunda – nunda untuk mandi wajib, dan wanita ketika mandi junub tidak perlu semua rambutnya basah karena yang wajib itu dia cukup membasahi kulit rambutnya, karena ini berat dan berulang apalagi bagi mereka yang pengantin baru, adapun mandi bersih dari haid yaitu bersihkan seluruh badan termasuk kulit rambut. Kata para ulama kita:”Siapa yang bersih di waktu ashar atau sebelum terbenam matahari maka dia mandi junub atau mandi bersih dan dia melaksanakan sholat dhuhur dan ashar walaupun waktu dhuhur telah lewat, diwaktu malam siapa yang bersih dari haid sebelum masuk waktu subuh maka dia mandi junud kemudian melaksanakan sholat magrib dan isya. Mungkin ada yang baru tahu penjelasan ini lalu bagaimana yang lalu – lalu, insyaAllah diampunkan oleh Allah karena ketidaktahuan kita adapun jika sudah tahu maka wajib dia mengerjakan sesuai dengan penjelasan diatas.

Diantara perkara yang mewajibkan kita berwuduh adalah pertama: Ketika mengerjakan sholat dan keluarnya hadast kecil, yang kedua: diperintahkan ketika hendak memegang mushaf atau membaca mushaf, adapun HP android dia bukan mushaf walaupun ada aplikasi Al-Qur’an didalamnya, mushaf itu yang asli Al-Qur’an dan tidak ada terjemahannya adapun jika ada terjemahannya maka itu bukan mushaf dan ini diharamkan oleh sebagian ulama ketika kita menyentuhnya tanpa bersuci terlebih dahulu, Allah berfirman:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan“. (QS. Al-Waqi’ah: 79), Boleh menyentuhnya ketika kita tidak dalam keadaan suci jika menggunakan pengalas.

Dalam keadaan junub bukan hanya dilarang menyentuh tetapi juga membaca Al-Qur’an, misalnya kita membaca surah – surah pendek sementara kita bekerja kemudian tiba – tiba kita ingat dalam keadaan junub maka setelah ingat tidak boleh membacanya, kecuali kata para ulama:“Jika tidak diniatkan untuk membaca Al-Qur’an“, maka ini boleh,

Kemudian dalam wuduh Nabi melarang kita israf (berlebih – lebihan dalam menggunakan air) bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berwuduh dengan menggunakan air satu mud (satu gelas) dan dalam kondisi tertentu kadang air sedikit maka kita harus menggunakan air dengan takaran yang sedikit contohnya ketika kita berada diatas pesawat.

Ketika kita hendak berwuduh maka yang harus diperhatikan adalah niat bahwasanya hadast terangkat (terbebas dari hadast) dan niat tempatnya di dalam hati dan tidak ada dari Nabi, sahabat, para ulama bacaan niat tertentu ketika hendak melaksanakan ibadah sholat, jadi berniat saja bahwa kita bersih dari hadast dan ketika kita berangkat berwuduh maka tidak ada yang mendorong kita untuk berwuduh kecuali itu adalah niat dan itu sudah bagian dari niat begitupula ketika ke masjid. Sebelum berwuduh kita membaca bismillah dan jangan boros dalam menggunakan air karena ini dilarang, Nabi pernah melihat sahabat mennggunakan air seperti itu dan berkata:”Jangan boros”, ia berkata:”Apakah dalam menggunakan air juga ada pemborosan ya Rasulullah”, Nabi berkata:”Ya, walaupun engkau berwuduh disungai yang mengalir”, berwuduh dengan menggunakan air laut boleh dan ini pernah ditanyakan oleh sahabat kepada Nabi tentang bersuci dan berwuduh menggunakan air laut, Nabi berkata:”Air laut itu suci airnya, halal bangkainya”. Semua yang ada dilaut halal dimakan.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 11 Muharram 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.