mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Mau Mati Seperti Apa?’ (Edisi 092, 30 Jumadil Awal 1447)
Naskah selengkapnya:
‘MAU MATI SEPERTI APA?’
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
Kaum Muslimin yang berbahagia,
Siang hari ini, kita bersyukur kembali kepada Allah atas kesempatan melanjutkan hidup di dunia ini sebagai seorang muslim. Tidak ada nikmat yang melebihi nikmat hidup sebagai seorang muslim yang mentauhidkan Allah. Karena itulah syarat utama kesuksesan dan keberhasilan kita menjalani dunia yang sementara ini, yaitu menjalani hidup hingga mati dalam keadaan muslim yang bertakwa kepada Allah. Sebagaimana wasiat Allah untuk kita semua:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
“Wahai sekalian orang yang beriman! Takutlah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya rasa takut, dan jangan sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan kalian sebagai muslim.” (Ali ‘Imran: Ayat 102).
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Setiap manusia akan mati sebagaimana ia hidup, dan akan dibangkitkan sebagaimana ia mati. Maka siapa yang hidup di atas ketaatan, insya Allah akan diwafatkan dalam keadaan taat; dan siapa yang hidup di atas maksiat, dikhawatirkan akan meninggal dalam keadaan maksiat-wal ‘iyadzu billah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ
“Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia akan memanfaatkannya.”.
قَالُوا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟
Para sahabat bertanya, “Bagaimana caranya?”.
قَالَ: «يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ المَوْتِ»
Beliau menjawab, “Allah akan memberinya taufik untuk beramal shalih sebelum ia mati.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).
Maka ukuran keberuntungan bukan pada panjangnya umur, bukan pula pada banyaknya harta dan jabatan, tetapi pada bagaimana seseorang menutup hidupnya-apakah dengan amal shalih atau dengan dosa dan kelalaian.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Betapa banyak orang yang hidupnya terlihat dihormati dan disegani, namun akhir hidupnya berakhir dalam kelalaian. Sebaliknya, ada yang hidupnya penuh dosa, namun Allah karuniakan kepadanya taubat di detik-detik terakhir. Maka, hidup ini adalah kesempatan untuk menentukan bagaimana akhir kita kelak.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam al-Jawabul Kafi:
“Seseorang akan mati di atas apa yang ia biasakan hidup dengannya, dan akan dibangkitkan pada Hari Kiamat di atas apa yang ia mati di atasnya.”
Lihatlah kisah para salaf yang indah di akhir hayat mereka.
Ketika maut mendatangi Mu‘adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata dengan tenang:
“Marhaban bil-maut, zairun ba‘da ghiyab…”Selamat datang wahai kematian, tamu yang datang setelah sekian lama berpisah. Ya Allah, aku dahulu takut kepada-Mu, kini aku berharap kepada-Mu.”
Lihat pula orang-orang yang mati dengan lisan basah oleh dzikir, dengan hati terikat pada ibadah. Itulah buah dari konsistensi ketaatan sepanjang hidupnya.
Namun sebaliknya, betapa tragis akhir orang-orang yang hidup dalam kelalaian.
Konon ada seorang pedagang ketika sakaratul maut terus mengigau: “Saham ini naik… tanah itu turun…” hingga rohnya keluar tanpa sempat mengucap syahadat. Begitulah, seseorang akan mati di atas apa yang ia cintai dan sibuki sepanjang hidupnya.
Ma‘asyiral Muslimin rahimakumuLlah,
Perhatikanlah peringatan Allah dalam firman-Nya:
أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
“Apakah orang-orang yang berbuat dosa menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang yang beriman dan beramal shalih — baik dalam kehidupan maupun kematian mereka? Sungguh buruklah persangkaan mereka!” (QS. al-Jatsiyah: 21).
Ayat ini menegaskan, bahwa cara hidup menentukan cara mati. Allah tidak menyamakan hidup dan mati orang yang taat dengan orang yang lalai. Maka, siapa yang ingin husnul khatimah, hendaklah ia mempersiapkannya sejak sekarang — dengan hidup di atas apa yang ingin ia mati di atasnya.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ingatlah sabda Nabi ﷺ:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا
“Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada bagaimana akhirnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, jangan pernah menunda taubat, jangan menunda ketaatan. Setiap nafas bisa menjadi yang terakhir. Jangan biarkan hati kita terbiasa dengan kelalaian, sebab bisa jadi itulah keadaan kita ketika maut datang menjemput.
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu darimu, maka berkuranglah bagian dari dirimu.”
Maka, jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa amal yang menambah berat timbangan kebaikanmu di akhirat.
Jamaah Jumat yang mulia,
Hiduplah dengan visi akhirat. Jadikan setiap pekerjaan dunia sebagai sarana menuju ridha Allah. Jadikan setiap kesibukan duniawi terikat dengan niat ibadah. Orang yang hidup dengan niat mulia, akan dimatikan dalam kemuliaan; sementara orang yang hidup hanya untuk dunia, akan mati dalam kehinaan dunia itu sendiri.
Sekali lagi, akhir hidup seseorang adalah cermin dari jalan hidup yang ditempuhnya. Maka siapa yang ingin husnul khatimah, hendaklah ia istiqamah di atas iman dan amal shalih sejak hari ini.
Hiduplah sebagaimana engkau ingin mati. Jika engkau ingin mati dalam sujud, biasakanlah sujud di malam-malam sepi. Jika engkau ingin mati dalam dzikir, biasakanlah lidahmu basah dengan dzikrullah. Jika engkau ingin mati dalam husnuzhan kepada Allah, maka latihlah hatimu untuk selalu ridha terhadap takdir-Nya.
Ma‘asyiral Muslimin,
Tidak ada yang lebih menenteramkan daripada hidup dengan kesadaran bahwa setiap langkah adalah persiapan menuju kematian yang indah. Sebab, sebagaimana kematian itu misteri, husnul khatimah adalah karunia. Dan karunia itu hanya akan diberikan kepada mereka yang menyiapkan dirinya dengan taubat, dzikir, amal shalih, dan kebersihan hati.
Rasulullah ﷺ berdoa:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ
“Ya Allah, jadikan sebaik-baik amal kami adalah penutupnya, dan sebaik-baik hari kami adalah hari ketika kami berjumpa dengan-Mu.” (HR. Ahmad).
Maka mari kita memperbanyak doa itu. Mari kita siapkan diri kita agar hari pertemuan dengan Allah menjadi hari kebahagiaan, bukan penyesalan.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan khutbah ini sebagai momentum untuk memperbarui niat hidup kita: bahwa kita ingin mati dalam keadaan beriman, dalam sujud, dalam ketaatan. Maka, mulai hari ini — hiduplah sebagaimana engkau ingin mati: di atas iman, di atas dzikir, di atas amal shalih, dan di atas cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Hari-hari ini, ujian demi ujian terus melanda saudara-saudara kita kaum muslimin di belahan bumi yang lain.
Belum selesai keprihatinan kita kepada Gaza dan Palestina, yang masih terus didera oleh pengkhianatan kaum Zionis; kita juga tidak boleh lupa dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita kaum muslimin di Sudan.
Jika kaum muslimin di Palestina dijajah dan dibantai oleh bangsa Yahudi Zionis yang memang telah dikukuhkan sebagai musuh umat Islam sepanjang masa, maka saudara-saudara kita di Sudan justru dibantai oleh sesama mereka sendiri, oleh pihak-pihak yang merasa jagoan lantaran memegang senjata di tangan mereka.
Di Hari Jum’at ini, marilah kita doakan mereka semua, saudara-saudara kita di Gaza dan Sudan, serta di manapun mereka yang terzhalimi. Di waktu-waktu mustajab ini, selipkanlah doa-doa kita untuk mereka. Semoga doa-doa kita itu kelak menjadi pemberat timbangan amal shalih kita di akhirat nanti.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
