بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kita hidup didunia ini diuji oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagaimana firmannya:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Al Mulk: 2)

Amalan sholeh yang kita kumpulkan dan kerjakan akan menjadi bekal untuk akhirat kita, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“. (QS. Hasyr : 18).

Cita – cita yang tertinggi bagi kita adalah masuk surga dengan rahmat Allah Subhanahu wata’ala, ada sebuah amalan yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wata’ala didalam Al-Qur’an, amalan yang sederhana namun balasannya adalah ampunan dan dimasukkan ke dalam surga,  Allah berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal“. (QS. Ali Imran : 133-136).

Para ulama kita berkata:”Dalam ayat ini Allah Subhanahu wata’ala berkata:”Waarduha” dan Allah tidak mengatakan “Waddhuruha”, dalam bahasa arab ada yang dikenal dengan Al -Ard dan At-Thul, adapun Al -Ard adalah lebar dan At-Thul adalah panjang,  dalam ayat diatas Allah menggunakan kata:”Yang lebarnya seluas langit dan bumi lalu bagaimana dengan panjangnya”, Ulama kita berkata:”Sungguh merugi jika kita tidak dimasukkan ke dalam surga padahal lebar dan luasnya seperti langit dan bumi”. 

Siapakah gerangan orang – orang yang bertakwa tersebut dijelaskan pada ayat berikutnya dan inilah diantara ciri dan amalan yang ketika kita mengerjakannya dan mengamalkannya maka kita termasuk orang – orang yang bertakwa sehingga kita dimasukkan oleh Allah Subhanahu wata’ala ke dalam surga dengan rahmatnya. Allah berfirman:

  1. Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit
  • Bersedekah di Waktu Lapang 

Berinfaq dijalan Allah Subhanahu wata’ala adalah sebaik – baik amal bahkan andaikan ada seseorang yang meninggal kemudian ia dibangkitkan kembali maka amalan yang paling ia pilih dan kerjakan adalah berinfaq atau bersedekah dijalan Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?“. (QS. Al-Munafiqun : 10).

Berinfaq dijalan Allah adalah amalan yang paling cepat sampai disisi Allah Azza wajalla, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَتَصَدَّقُ أَحَدٌ بِتَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ إِلاَّ أَخَذَهَا اللَّهُ بِيَمِينِهِ فَيُرَبِّيهَا كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ قَلُوصَهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ أَوْ أَعْظَمَ

Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar dari itu”. (HR. Muslim no. 1014).

Hadist ini dipertegas dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqarah: 261).

Setiap hari malaikat berdoa kepada Allah untuk seorang hamba, Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah)”. (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010).

Para malaikat  apabila berdoa kepada Allah maka dikabulkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, malaikat adalah makhluk yang mulia disisi Allah Subhanahu wata’ala, adapun kita terkadang ragu apakah doa kita akan dikabulkan oleh Allah atau tidak sehingga kita datang kepada seseorang yang dianggap sholeh seperti ustadz minta agar didoakan padahal belum tentu orang itu lebih baik daripada kita, lalu bagaimana jika yang berdoa adalah malaikat Allah.

Dalil diatas menunjukkan anjuran untuk merutinkan setiap harinya berinfaq dan bersedekah tidak memandang apakah banyak atau sedikitnya dari apa yang kita sedekahkan karena yang terpenting adalah ikhlas karena Allah Subhanahu wata’ala,

Jangan jadi hamba yang hanya berinfaq sekali dalam setahun yaitu dibulan suci ramadhan serta hanya mengeluarkan zakat yang wajib saja padahal disana ada sedekah yang nilai dan pahalanya sangat besar disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Kita tidak pernah menemukan seseorang yang menjadi miskin karena rajin bersedekah dijalan Allah  bahkan Allah justru memberi ganti yang lebih baik dari apa yang kita sedekahkan didunia sebelum diakhirat, Allah akan memberikan keberkahan kepada harta keluarga, keturunan dan Allah Subhanahu wata’ala maha pengampun dan maha penyayang tidak membutuhkan ucapan terima kasih kepada hamba – hambanya, sekecil apapun harta yang kita sedekahkan dijalan Allah Subhanahu wata’ala akan bernilai pahala karena satiap kebaikan yang kita kerjakan maka kita akan melihat balasannya pada hari kiamat,  Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya“. (QS. Al Zalzalah: 7).

Suatu hari Umar Radhiyallahu ‘anhu pernah bersedekah memberi makan sebiji anggur kepada orang miskin, orang – orang yang melihatnya kemudian berkata:”Ya Amirul mukminin, anggur tidak menghilangkan rasa haus dan lapar, mengapa anda bersedekah hanya dengan sebiji anggur”, Umar menjawab:”Betapa banyak dzarrah yang terdapat dalam buah angur tersebut”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”. ( HR. Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)

 

Oleh karenanya marilah kita memperbanyak sedekah dijalan Allah Subhanahu wata’ala yang disertai dengan keikhlasan dan mengharap pahala disisinya.

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ

Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampaipun makanan yang kamu berikan kepada istrimu”. (HR Al-Bukhari (no. 56) dan Muslim (1628)).
Cukuplah Allah Subhanahu wata’ala yang membalas setiap dari apa yang kita infaqkan. Pada hari kiamat kelak sedekah akan datang menaungi orang – orang yang rajin bersedekah ketika dulu didunia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ امْرِئٍ فِى ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ ». أَوْ قَالَ « يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِ ». قَالَ يَزِيدُ وَكَانَ أَبُو الْخَيْرِ لاَ يُخْطِئُهُ يَوْمٌ إِلاَّ تَصَدَّقَ فِيهِ بِشَىْءٍ وَلَوْ كَعْكَةً أَوْ بَصَلَةً أَوْ كَذَا

Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga diputuskan hukum antara manusia.” Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah, bawang atau yang lainnya”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani).

  • Bersedekah di Waktu Sempit

Amalan ini adalah amalan yang berat dan barangsiapa yang bersedekah dalam kondisi sempit maka akan dilapangkan urusannya oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol. Beliau menjawab:

جَهْدُ الْمُقِلِّ

Sedekah dari orang yang serba kekurangan(HR. An Nasai no. 2526. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Betapa banyak kita baca dalam sirah dan sejarah orang – orang yang bersedekah dalam kondisi fakir dan miskin sehingga harta yang ia sedekahkan jatuh ditangan orang yang miskin yang sangat butuh kemudian ia mengangkat kedua tangannya sambil berdoa  memintakan ampun, keberkahan urusan dan rezeki kepada orang yang memberi sehingga Allah mengabulkan doanya dan terbukalah pintu rezeki yang menjadi sebab keberkahan Allah Subahnahu wata’ala diberikan kepada pemberi.

Sedekah yang kita keluarkan dapat memadamkan amarah Allah Subhanahu  wata’ala bahkan sedekah bisa menyembuhkan penyakit atas izin Allah Subhanahu wata’ala dan sedekah biasa membebaskan kita dari terlilitnya utang, sedekah menjadi sebab segala urusan kita dimudahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, Allah berjanji  didalam Al-Qur’an:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya“. (QS. Ath-Thalaq : 4).

Bersambung di: (Ada 4 Amalan, Dosa Diampuni dan Masuk Surga (Sesi 2))   

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 29 Safar 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR