بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Adapun dosa yaitu apa yang engkau gelisahkan di hatimu dan engkau tidak suka kalau ada orang yang mengetahuinya

Sebagai orang yang beriman wajib hukumnya tunduk dan patuh kepada ketentuan Allah dan Rasulnya pada perkara – perkara yang ada nash didalamnya, di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ada salah seorang yang bernama Hisyam dicurigai sebagai orang munafik ia memiliki masalah dengan salah seorang yahudi, keduanya berkata:”Mari kita mencari orang yang bisa memutuskan perkara diantara kita”, keduanya kemudian datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan keputusan dengan memenangkan orang yahudi tersebut, Hisyam  tidak puas akhirnya ia mencari hakim yang lain, ia kemudian pergi menghadap kepada Abu Bakar As Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu, Abu Bakar As Shiddiq memutuskan perkara seperti yang diputuskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memenangkan orang yahudi terhadap diri Hisyam, Hisyam masih tidak puas, ia mencari orang yang ke 3, ia mendatangi Umar Radhiyallahu ‘anhu dan menceritakan bahwasanya:”Saya sudah datang kepada Nabi, Abu Bakar ini masalah diatara kami dan keduanya memenangkan dia diatas saya, padahal saya ini berada dalam kebenaran, tolong putuskan perkara diantara kami”, Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata:”Tunggu sebentar“, beliau kemudian masuk ke dalam rumahnya mengambil pedang dan mengancungkan pedang tersebut sambil berkata:”Ini hukuman bagi orang yang menolak hukum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam“.

Jika Allah dan Rasulnya menetapkan sebuah ketetapan maka kewajiban kita adalah Sami’na wa ato’na, tetapi dalam perkara dan masalah yang tidak ada nash sharih didalamnya yang mengatakan bahwasanya ini haram maka hal tersebut dikembalikan kepada hati kita, hati yang masih diatas fitrahnya, karena ada orang yang tidak pernah risih lagi bahkan dia bangga mempertontonkan kemaksiatan yang ia kerjakan, olehnya diakhir hadist yang kita bahas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Engkau gelisahkan di hatimu dan engkau tidak suka kalau ada orang yang mengetahuinya“,

Dalam kehidupan terkadang kita diperhadapkan kepada banyak masalah, kita telah bertanya dimana – mana akan tetapi belum mendapatkan jawaban, namun hati kita yang suci diatas fitrahnya jika hal itu adalah keburukan pasti akan bergejolak dalam jiwa kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:”Minta fatwa kepada hatimu”, namun jika hati telah dicabut fitrahnya dan ada kesombongan didalam hati maka sulit baginya untuk mendapatkan kebaikan. Olehnya diantara perkara yang menghalangi seseornag untuk mendapatkan kebaikan adalah kesombongan, dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi“. Ada seseorang yang bertanya:”Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?”, Beliau menjawab:”Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”.(HR. Muslim no. 91). Orang yang ada kesombongan didalam hatinya berat hatinya untuk menerima kebenaran, ketika disampaikan ayat dan hadist kepadanya terkadang masih berat bagi dia untuk menerimanya, semoga Allah Subhanahu wata’ala membersihkan hati – hati kita insyaAllah, Rasulullah mengajarkan kepada kita doa.

 اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا 

“Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku dan bersihkanlah ia karena Engkaulah sebaik-baik zat yang bisa membersihkannya”.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.