بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kita didalam hadist ketika ada jenasah atau mayat yang diantarkan ke kuburnya untuk dikuburkan maka ia diikuti oleh 3 golongan, Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960).

Adapun yang kembali adalah hartanya yang akan dibagikan ke ahli warisnya bahkan mungkin akan menjadi sebab diantara mereka terjadi pertikaian bahkan sampai tingkat pengadilan, mereka saling memboikot atau membelakangi antara yang satu dengan yang lain bahkan bisa berujung pada pembunuhan disebabkan karena harta warisan, begitupula dengan keluarganya mungkin dia akan dikenang beberapa hari namun setelahnya dia akan dilupakan. Olehnya kata Nabi yang tinggal hanyalah satu yaitu amalan sholeh yang ia kerjakan selama ia hidup di dunia ini, ketahuilah sesungguhnya kita hidup didunia ini dalam rangka diuji oleh Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Al Mulk: 2).

Allah tidak mengatakan:”Siapa diantara kalian yang paling banyak hartanya”, Allah tidak pula mengatakan:”Siapa diantara kalian yang paling mulia pangkat dan kedudukannya”, Allah tidak mengatakan:”Siapa diantara kalian yang paling cantik atau tampan parasnya”, tetapi Allah mengatakan:”Untuk menguji kamu siapa diantara kamu yang lebih baik amalannya”.

Amalan yang kelak akan kita bawa dihadapan Allah Subhanahu wata’ala, Allah mengingatkan kita diakhir surah Al-kahfi:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110).

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan kepada kita:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (QS. Luqman : 33).

Oleh karenanya dibulan suci ramadhan kesempatan bagi kita untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala bagi mereka yang merindukan kehidupan akhirat, dibulan suci ramadhan Allah menggugurkan dosa – dosa kita. Ada 3 amalan yang dengannya Allah Subhanahu wata’ala membersihkan diri – diri kita dari segala macam dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan dimasa silam.

Puasa yang kita kerjakan

Rasulullah bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni”.  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Dia berpuasa bukan sekedar ikut – ikutan, ia berpuasa bukan karena malu kepada tetangga, kepada saudara – saudaranya dan kepada teman – temannya, namun dia berpuasa karena benar – benar dorongan keimanan didalam hatinya karena dia tahu bahwasanya ini adalah rukun islam yang merupakan perintah dari Allah Subhanahu wata’ala.

Sholat malam

Setiap malam dibulan ramadhan kita mengerjakan qiyam (Sholat malam) yaitu sholat tarawih, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dalam hadist, Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Oleh karenanya mari mengubah kebiasaan kita setiap tahunnya yang cuma bersemangat diawal bulan suci ramadhan untuk mengerjakan tarawih sampai masjid tidak muat untuk menampung jama’ah bahkan polisi dikerahkan untuk mengatur lalulintas karena jama’ah meluber sampai ke jalan, kita ubah kebiasaan kita yang mana sebahagian masjid ketika mereka telah memasuki pertengahan bulan suci ramadhan mulai kembali ke jama’ah aslinya, dan dipenghujung bulan suci ramadhan keramaian berpindah ke mall – mall dan pusat – pusat perbelanjaan dan mereka meninggalkan masjid – masjid Allah Subhanahu wata’ala, padahal qiyam dibulan suci ramadhan, tarawih dibulan suci ramadhan Allah menjanjikan dengan ampunan dosa – dosa kita dimasa silam sebagaimana hadist yang kita sebutkan tadi.

Sholat Lailatul Qadr

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari 4/217 dan Muslim 759)

Malam lailatul qadr ada pada malam 10 terakhir dari bulan suci ramadhan, oleh karenanya perlu kita ingatkan puncak keistimewaan, kemuliaan serta keberkahan bulan suci ramadhan ada pada penghujungnya terutama pada 10 malam terakhir bulan suci ramadhan. Para salaf dan orang – orang sholeh sebelum kita semakin ramadhan hendak berakhir mereka semakin giat dan bersungguh – sungguh didalam beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagaimana Nabi kita Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam, Aisyah Radhiyallahu ‘anha mengatakan:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’, pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya”. (HR. Bukhari & Muslim).

Ini merupakan kesungguhan beliau dalam beribadah bahkan beliau beri’tikaf dimasjid pada 10 terakhir ramadhan. Ibnu Shihab Az Zuhri Rahimahullah pernah mengatakan:

”Sungguh mengherankan ummatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Nabinya tidak pernah meninggalkan i’tikaf begitupula istri –istrinya sedangkan mereka zuhud untuk beri’tikaf dimasjid pada 10 terakhir ramadhan”.

Jadi Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya untuk mengharapkan satu malam yang disebut dengan malam lailatul qadr yang kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

فِيهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Di bulan Ramadhan ini terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa diharamkan dari memperoleh kebaikan di dalamnya, maka dia akan luput dari seluruh kebaikan”. (HR. Ahmad 2/385, dari Abu Hurairah. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan didalam Al-Qur’an:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ , تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS. Al Qadar: 3-5).

Malam lailatur qadr lebih baik dari 1000 bulan setara dengan 83 tahun 4 bulan, ulama kita mengatakan ibadah yang kita kerjakan pada malam tersebut setara dengan ibadah yang kita kerjakan selama 83 tahun 4 bulan diluar malam lailatul qadr, bayangkan jika setiap tahunnya kita mendapatkannya maka seakan akan kita beribadah selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya.

Oleh karenanya ini merupakan keutamaan dari Allah terhadap ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang umurnya sangat singkat sebagaimana kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut”. (HR. Ibnu Majah: 4236, Syaikh Al Albani mengatakan: hasan shahih).

Maka dari itu mari kita memperlihatkan kesungguhan kita kepada Allah Subhanhau wata’ala dan menguatkan tekad yang kuat yang insyaAllah untuk memaksimalkan ibadah kita dibulan ramadhan tahun 1440 hijriyah tahun ini insyaAllah karena belum tentu Allah memperjumpakan kita dengan ramadhan yang akan datang. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan kepada kita kekuatan dan pertolongannya.  

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 16 Ramadhan 1440 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.