بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Perintah Berlindung Dari Sihir

Didalam Al-Qur’an kita diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk berlindung kepada tukang sihir. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul“. (QS. Al-Falaq : 4).

Yang dimaksud dengan النَّفَّاثَاتِ adalah para penyihir – penyihir wanita karena kebanyakan yang melakukan praktek sihir adalah dari kalangan wanita dan kita diperintahkan untuk berlindung dari keburukan dan kejahatan mereka, ayat diatas merupakan salah satu ayat ruqiyah begitu juga dengan surah An-Nas yang dikenal dengan surah muawwizat ditambah dengan surah Al-Ikhlas.

NASEHAT : Para orang tua,  jika anak kita tidur dan kita masih terjaga (belum tidur) maka ruqiyah mereka jangan sampai perlindungan terhadap anak kita hanya dari sisi dzahir saja akan tetapi harus dengan perlindungan yang lebih penting dari hal tersebut yaitu dari gangguan syaithan, jin dan para tukang sihir. Ruqiyah anak kita dengan membacakan diubun-ubun mereka surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas, setiap selesai membaca satu surah tersebut pegang ubun – ubunnya kemudian tiup. Usahakan hafalkan kepada mereka (anak – anak kita) ayat – ayat tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diakhir – akhir hidupnya, beliau diruqiyah oleh ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. 

Pendapat Ulama Yang Mengatakan Sihir Tidak Memiliki Hakekat

Sebagian ulama kita mengatakan:”Sihir adalah sesuatu yang tidak ada hakekatnya atau dia adalah khayalan“, perkataan ini disampaikan oleh Imam Fakhrurrazi, Abu Bakr Al Jassas mereka berdalil dengan firman Allah Subhanahu wata’ala ketika Nabi Musa ‘Alaihissalam berhadapan dengan tukang sihir firaun,  Allah berfirman:

 قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى

Dia (Musa) berkata, “Silahkan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka“. (QS. Taha: 66).

Bisa dalam bentuk sihir mata yang memperlihatkan sesuatu yang bukan hakekatnya dan ini bentuk sihir fir’aun dimana dijelaskan didalam Al-Qur’an:

قَالَ أَلْقُوا ۖ فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan)”. (QS. Al-A’raf : 116).

Jadi tukang sihir mengeluarkan hal buruk dari dirinya kemudian memperngaruhi hati dan  mata manusia,  sehingga mereka melihat sesuatu yang diluar hakekatnya, kemudian ditanamkan rasa takut dalam jiwa – jiwa mereka, dan jenis sihir ini banyak dizaman sekarang.

Pendapat Ulama Yang Mengatakan Sihir Memiliki Hakekat

Pendapat jumhur ulama mengatakan bahwa sihir memiliki hakekat bukan khayalan pendapat ini adalah pendapat Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah dan para ulama yang lain, karena sihir benar – benar memiliki pengaruh pada orang yang terkena sihir dimana sebagian diantara mereka ada yang sakit dan sakitnya berbeda dari pada yang lain bahkan ada yang sampai meninggal karena sihir, dan sebagian lagi ada yang tidak mampu mendatangi istrinya, ketika ia melihat isterinya dari kejauhan ia cantik namun ketika ia melihat dari jarak dekat isterinya terlihat jelek, atau sihir yang menghalangi seorang memiliki keturunan, atau menjadikan seseorang benci  kepada suaminya,  dan ini merupakan bentuk sihir yang paling kejam  dan berat yang disebut dengan memalingkan seseorang agar dia cinta kepadanya padahal ia tidak cinta kepadanya dan hal ini disebutkan oleh Allah Subhanahu wata’ala didalam Al-Qur’an:

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui“. (QS. Al-Baqarah : 102).

Oleh karenanya lindungi rumah tangga kita dengan banyak membaca Al-Qur’an,  tidak ada sebab kebahagiaan dirumah tangga melebihi membaca Al-Qur’an dirumah. Hendaknya para istri, anak, suami memperbanyak membaca Al-Qur’an didalam rumahnya, Allah pernah memperingatkan kepada istri Nabi dimana rumah beliau adalah rumah yang sederhana namun Allah berkata kepada mereka:

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Ahzab : 34).

Jadi ayat ini (QS. Al-Baqarah : 102) dijadikan oleh para ulama bahwa sihir adalah sesuatu yang memiliki hakekat karena memiliki pengaruh kepada seseorang berupa perceraian antara suami istri bahkan bisa membunuh dan lain-lain.

Diantara dalil lain yang dijadikan para ulama tentang sihir memiliki hakekat adalah apa yang menimpa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau pernah disihir oleh seorang yahudi bernama Labib bin Al A’shom namun sihir ini tidak mempengaruhi risalah yang diturunkan kepada beliau akan tetapi hanya mempengaruhi sebagian perilaku beliau dimana Rasulullah seakan-akan mendatangi istrinya padahal beliau belum mendatanginya, dan salah satu diantara hikmahnya adalah karena sebagian manusia menganggap atau berkata bagaimana mungkin Nabi terkena sihir, hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah manusia biasa sebagaimana Nabi Musa takut ketika berhadapan dengan para tukang sihir fir’aun, Allah kemudian menguatkan beliau.

Diantara hikmah yang lain adalah Rasulullah mengajarkan kepada kita bagaimana mengobati atau menghilangkan sihir jika kita terkena sihir seperti yang menimpa beliau. Bekas rambut Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam diambil oleh tetanggga beliau seorang anak kecil yang diperintah oleh Labib bin Al A’shom.  Labib bin Al A’shom mengambil sisa rambut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian dibuat buhul yang diikat dengan 11 ikatan yang disimpan disebuah sumur yang bernama Zarwan, maka turunlah Jibril ‘Alaihissalam bersama dengan malaikat Mikail dan diturunkan pula surah Al-Falaq dan An-Nas, Rasulullah diruqiyah oleh Jibril ‘Alaihissalam.

Jadi kita ketahui bersama bahwa para tukang sihir dalam melakukan praktek sihir mereka mengambil sisa yang ada pada tubuh manusia, bekas pakaian atau foto kemudian dibuatkan buhul atau uqad dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di ikat dengan 11 uqad dan jika dikumpulkan surah Al-Falaq dan surah An -Nas maka terdiri dari 11 ayat dan setiap kali Jibril ‘Alaihissalam membaca ayat,  maka terbuka satu ikatan sampai 11 ayat sehingga semua 11 ikatan terbuka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berdiri dalam keadaan sehat seakan-akan tidak pernah tertimpa sesuatu sebelumnya.

Praktek Tukang Sihir

Tukang sihir didalam melakukan  praktek  mereka meminta bantuan dari syaithan dan Jin. Allah berfirman:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Ada beberapa orang dari kalangan manusia meminta perlindungan kepada beberapa lelaki dari kalangan jin, sehingga membuat mereka semakin hina”. (QS. Al-Jin: 6).

Khidmah mereka (jin) semakin diberikan kepada tukang sihir ketika tukang sihir semakin kufur kepada Allah Subhanahu wata’ala atau semakin besar kemaksiatan yang lakukan tukang sihir. Ada diantara mereka tukang sihir tidak pernah mandi junub karena merupakan syarat dari jin, bahkan ada tukang sihir menjadikan mushaf sebagai alas kaki di toilet, menulis Al-Qur’an dengan tinta haid, menuliskan Al-Qur’an secara sungsang (terbalik). Jadi semakin besar pelangaran mereka kepada Allah dan Rasulullah maka bantuan jin kafir semakin besar kepadanya.

“Hari ketika mereka dibangkitkan pada hari kiamat Allah berkata kepada jin:”Kalian begitu banyak menyesatkan manusia kemudian para tukang sihir berkata:”kami saling mengambil keuntungan diantara kami”,

Keuntungan yang diambil oleh jin dan syaithan adalah menyesatkan manusia dari petunjuk Allah dan Rasulullah. Adapun keuntungan yang didapatkan oleh manusia adalah memakan harta manusia dengan cara yang bathil.

Hukum Mempelajari Sihir 

Mempelajari sihir hukumnya adalah kafir termasuk menangkal atau mengembalikan sihir dengan sihir yang sama, hal ini juga termasuk haram yang disebut dengan An Nusrah (mencabut sihir dengan sihir) hukumnya haram.

Oleh karenanya islam mengajarkan kepada kita bagaimana membentengi diri kita dari sihir baik sebelum terjadi, pada saat terjadi dan setela terjadi.

Bersambung : Sihir dan Penyembuhannya (Sesi 3)
Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jum’at, 24 Dzulhijjah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

 

 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR