بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Telah datang sakaratul maut kepada orang yang yang ingkar dimana tak satupun yang mampu untuk menolaknya, sebagian ulama ada yang menyebutkan Al Haqqu dalam ayat ini adalah kematian itu sendiri karena Al Maut disebut dengan Al Haq, ketika dikatakan fulan telah datang kepadanya Al Haq maka yang dimaksudkan adalah Al Maut (Kematian) sebutan yang lain adalah Al Yaqin:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal)”. (QS. Al Hijr: 99).

Umar Radhiyallahu ‘anhu mengatakan:”Saya tidak melihat sesuatu yang meyakinkan namun menyerupai sebuah keraguan dari keyakinan manusia terhadap kematian”.

Kita semua yakin akan kematian yang akan menghampiri setiap manusia dan kita meninggalkan dunia ini namun kehidupan dan pola tingkah laku kita seakan – akan hidup didunia selama – lamanya. Jika ada seorang hakim memvonis tersangka dengan hukuman mati dan eksekusi akan dilaksanan besok pukul 12 siang kira-kira apa yang dilakukan oleh tersangka tersebut, apakah ia masih merasakan nikmat dan lezat dari apa yang ia makan, mungkin dia akan mempersiapkan dirinya bahkan akan difasilitasi dengan penasehat atau spiritual dan jika ia beragama islam dihadirkan kiai atau ustadz, jika beragama nasrani dihadirkan pendeta padahal boleh jadi hakim yang memvonis lebih dahulu meninggal dari pada yang divonis. Semua kita telah divonis hukuman mati oleh Allah Subhanahu wata’ala namun kita tidak tahu kapan kematian akan datang menjemput karena kematian termasuk diantara perkara ghaib.

Salah seorang sholeh pernah bermimpi, dalam mimpinya ia didatangi oleh malaikat, ia bertanya:”Kapan saya meninggal“. Dalam mimpinya ia diberi isyarat dengan 5 jari belum sempat ia bertanya 5 hari atau 5 bulan, 5 tahun atau 50 tahun, tiba-tiba ia terbangun maka datanglah ia ke salah seorang penta’bir mimpi dan ia bertanya:”Saya bermimpi seperti ini dan ia memberi syarat seperti ini, apa maksud dari mimpi tersebut apakah  5 hari atau 5 bulan, 5 tahun atau 50 tahun”, maka orang ‘alim ini berkata:”Itu maksudnya bacalah akhir surah Luqman 5 perkara yang ghaib”, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal“. (QS. Luqman : 34).

Intinya adalah bagaimana kita mempersiapkan diri untuk kematian karena sepanjang apapun kesempatan yang Allah berikan kepada kita maka ujungnya adalah kematian.

Dalam riwayat yang shahih ketika Allah Subhanahu wata’ala mengutus malaikat maut untuk mecabut nyawa Nabi Musa ‘Alaihissalam dalam bentuk rupa seorang manusia, Nabi Musa masuk kedalam rumahnya tiba – tiba ia melihat seorang lelaki yang tidak ia kenal beliau lantas memukul wajahnya hingga keluar bola matanya padahal ia adalah malaikat maut. Malaikat maut kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala dan berkata:”Ya Allah engkau mengutusku kepada seorang hamba yang tidak mau mati”, diantara kekhususan para Nabi dan Rasul sebelum mereka meninggal yaitu diberikan pilihan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan tambahan umur atau kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Akhirnya Allah Subhanahu wata’ala kembali mengutus malaikat maut dan sebagian ulama mengatakan:”Malaikat dipukul oleh Musa karena tiba – tiba ia masuk ke rumah Nabi Musa dan dalam syariat disebutkan:”Barangsiapa yang mengintip rumah saudaranya kemudian matanya ditusuk oleh pemilik rumah maka tidak ada qishas baginya atau hukuman baginya”, apalagi jika ia langsung masuk ke dalam rumah dan tidak dikenal.

Dalam riwayat dikatakan Allah mengembalikan penglihatan malaikat maut dan kembali kepada Nabi Musa agar Musa tahu bahwa yang datang kepadanya bukan orang yang biasa atau sembarangan, Allah berpesan kepada malaikat maut sampaikan kepada Musa agar ia meletakkan tangannya diatas punggung se’ekor kerbau dan sampaikan kepadanya setiap helai rambut yang tertutupi oleh tangannya tersebut aku tambahkan untuknya satu tahun untuk umurnya, tangan kita tidak seperti dengan tangan Nabi Musa dari segi ukuran, akhirnya malaikat maut menyampaikan kepada Musa, setelah disampaikan Nabi Musa bertanya:”Andikan memang ditambahkan umur sesuai dengan yang tertutupi oleh tanganku setelah itu apa.?”, malaikat maut berkata:”Kematian”, Akhirnya Nabi Musa berkata:”Jika demikian matikan aku sekarang”. Oleh karenanya kita semua akan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala dan melewati semua fase kehidupan ini.

Bersambung : Tafsir Surah Qaf ayat 19 sesi 3

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 14 Syawal 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR