بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Adapun yang engkau lihat disungai yang airnya itu dari darah yang setiap kali ia keluar dari sungai dilempar dan kena mulutnya kemudian kembali lagi ke sungai mereka adalah para pemakan riba. Allah Subhanahu wata’ala mewanti – wanti kita di dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir“. (QS. Ali Imron: 130).

Banyak riba tersebar dimana – mana seperti yang ditempel di tiang listrik dan tiang lampu merah yang ada diperempatan jalan, segala pinjaman yang mengambil keuntungan di dalamnya seperti sewa kendaraan, cicil kendaraan yang ketika terlambat dibayar dikenakan denda maka itulah riba, contohnya seperti meminjamkan orang uang satu juta kemudian dia harus kembalikan satu juta seratus maka ini riba.

Oleh karenanya tinggalkan hal – hal yang berkaitan dengan riba karena dialah Allah yang menjamin rezeki kita, ini balasan bagi mereka ketika berada di dalam kubur belum lagi ketika diakhirat.

Kemudian adapun orang tua yang berada dipohon itulah Ibrahim ‘Alaihissalam dan anak kecil yang ada disekitarnya adalah anak manusia yang meninggal dunia sebelum mereka baligh, jadi anak kecil dari kalangan kaum muslimin yang meninggal sebelum mereka baligh itu akan ditempatkan bersama dengan Ibrahim ‘Alaihissalam, olehnya ketika kita mensholati jenasah anak kecil maka do’a yang dibaca:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا. اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ

“Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala yang didahulukan, simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan”. (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’ I/288, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 3/217, dan Al-Baihaqi 4/9. Syu’aib Al-Arnauth menyatakan, isnad hadits di atas shahih dalam tahqiqnya terhadap Syarhus Sunnah, karya Al-Baghawi 5/357).

Mengapa dia berada disisi Nabi Ibrahim karena Nabi Ibrahim membawa millah agama yang lurus yang tidak ada kesyirikan didalamnya dan anak yang lahir itu dalam keadaan suci dan fitrah, ini hiburan bagi anak yang meninggal ketika baru kecil atau masih bayi, termasuk yang meninggal dalam kandungan yang sudah ditiupkan ruh, anaknya akan menunggu dia nanti di surga dan akan menjemput kedua orang tuanya.

Adapun yang menyalakan api mereka adalah malaikat penjaga neraka kemudian rumah yang pertama yang engkau masuk dan lihat bagian dalamnya itu tempat tinggalnya orang awam dari orang – orang yang beriman, tempat yang indah, jadi rumah yang sangat bagus itu tempat tinggalnya orang – orang awam dari kalangan kaum muslimin, adapun tempat atau rumah yang lebih indah dari yang pertama itu tempat tinggalnya para syuhada saya adalah Jibril dan dia adalah Mikail kami berdua membawamu wahai Muhammad, angkat kepalamu wahai Muhammad, Nabi mengangkat kepalanya keatas kata Nabi:”Saya mengangkat dan mendongakkan kepalaku saya melihat diatasku seperti awan yang tebal”, kedua malaikat ini berkata:”Disanalah engkau nanti tinggal wahai Muhammad, saya kemudian berkata:”Jika begitu izinkan aku untuk masuk ke rumahku ditempat dimana aku nanti dimasukkan”, kedua malaikat berkata:”Wahai Muhammad engkau masih memiliki jatah umur yang belum engkau selesaikan jika engkau sudah menyempurnakan umur mu engkau akan tinggal disitu“.

Orang – orang sholeh dan orang – orang beriman yang istiqamah dijalan Allah juga akan mendapatkan tempat yang indah ini, tapi umur kita belum sempurna masih ada beberapa waktu Allah memberikan kesempatan untuk kita di dunia untuk bisa mendapatkan tempat itu dengan cara perbaiki kondisi kita di dunia ini, mari perbaharui umur kita, jaga keistiqamahan kita, perbaiki ketaatan kita, kuatkan hubungan kita dengan Allah, bersabar sesaat karena kita tidak tahu kapan kita meninggal, jadi kita mendapatkan kenikmatan tersebut sebatas ajal yang Allah berikan kepada kita hingga ajal tersebut menjemput kita, adapun setelah itu kita akan mendapatkan kenikmatan surga dialam barsakh sebelum kita mendapatkan kenikmatan surga di akhirat kelak nanti insyaAllah.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 02 Muharram 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.