بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pernah suatu ketika Rasulullah melihat sahabat  Sa’ad yang sedang berwudhu dengan menggunakan air dengan berlebihan, Rasulullah kemudian berkata:”Jangan berlebihan”, Sa’ad bertanya:”Ya Rasulullah apakah ada berlebihan dalam masalah air?”, beliau berkata”Ya, walaupun engkau berada pada disungai yang mengalir”. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad dan al-Albani menyatakan:“Bahwa hadits ini dha‘iif.”).

Nikmat air adalah nikmat terbesar dan akan terasa nikmat tersebut ketika dicabut oleh Allah Subhanahu wata’ala, kita heran dengan tafsiran sebagian para ulama ketika menafsirkan firman Allah yang artinya:“Keselamatan dunia dan akhirat”. (doa sapu jagat) sebagian ulama menafsirkan yang dimaksudkan fiddunya hasanah kebaikan didunia adalah air dingin”, air dingin ini akan terasa nikmatnya tatkala kita tidak mendapatkannya atau ketika kita berada disuatu tempat yang sangat panas sebagaimana ketika di makkah.

Suatu kali, Abdullah bin Umar Radiyallahu ‘anhu minum air yang dingin dan segar. Tiba-tiba beliau menangis. Beliau ditanya:“Apakah gerangan yang menyebabkan Anda menangis?” Beliau menjawab:“Aku teringat akan firman Allah“:

وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ

Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam”. (QS. Saba : 54). 

Saya tahu, bahwa penduduk neraka tidaklah menginginkan sesuatu melebihi keinginan mereka untuk mendapatkan air yang dingin”. Jadi bukan rumah yang mewah, kendaraan yang mewah, harta yang berlimpah yang mereka inginkan akan tetapi yang mereka inginkan adalah hanya seteguk air.

Kelak pada hari kiamat penghuni neraka menyeru kepada penghuni surga. Sebagaimana dalam firman Allah:

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dikaruniakan Allah kepadamu,” Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”.(QS. Al-A’araf: 50-51).

Permintaan mereka diharamkan oleh Allah. Inilah yang menjadi sebab Abdullah bin Umar menangis membaca firman Allah tersebut.

Adapun kita sebagai seorang muslim yang mengikuti Rasulullah semoga diberikan kemuliaan oleh Allah untuk minum dari telaga Rasulullah dan dari tangan beliau, Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنِّى فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، مَنْ مَرَّ عَلَىَّ شَرِبَ ، وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا

Saya menunggu kalian di telaga. Siapa yang mendatangiku, dia akan minum airnya dan siapa yang minum airnya, tidak akan haus selamanya“. (HR. Bukhari 6583 & Muslim 6108). Semoga Allah memberikan kepada kita nikmat tersebut.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang menjadikan negeri kita indonesia sebagai negeri yang diberikan kelebihan hujan, oleh karenanya perbanyaklah bersyukur kepada Allah, walaupun dalam istilah tidak ada yang namanya kelebihan hujan, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)“. (QS. Az-Zukhruf :12). Walaupun terjadi banjir dimana-mana akan tetapi yang diturunkan Allah adalah sesuai dengan kadar kebutuhan makhluk dimuka bumi.

Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah setiap kali beliau menimba air dari sumur, lalu  manarik timba tersebut dan timbanya penuh dengan air beliau berkata:”Alhamdulillah”, ketika beliau turunkan lagi dan menariknya dan mendapatkan air, beliau kembali berkata:”Alhamdulillah”. Ketika beliau ditanya mengapa anda berkata:”Alhamdulilah”, beliau menjawab:”Saya teringat dengan firman Allah”:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?“. (QS. Al Mulk : 30). Siapa gerangan yang mendatangkan air yang segar kalau bukan Allah Subhanahu wata’ala. 

Terkadang kita lalai bersyukur tatkala apa yang kita miliki berlimpah, seperti ketika masuk di Atm menarik uang kita lupa mengucapkan “Alhamdulillah”, padahal apa yang tertulis dalam saldo kita begitu banyak sampai puluhan juta, padahal segala sesuatu yang kita miliki semuanya dari Allah, Allah yang memberi rezeki.

Ada sebagian manusia jika ia dimuliakan dan diberi kelapangan oleh Allah ia kemudian berkata:”Saya dimuliakan oleh Allah“, namun  ketika rezekinya disempitkan oleh Allah ia berkata:”Saya dihinakan oleh Allah”, oleh karenanya Allah mengatakan Kalla (tidak) yang menunjukkan bahwa bukan hal tersebut yang memuliakan seseorang akan tetapi yang menjadikan seseorang mulia adalah bersyukur ketika lapang dan sempit, kemudian bersabar.

Mungkin diantara kita pernah melihat disebuah video, terkadang ada orang yang mengambil air dengan menempuh perjalanan yang sangat jauh kemudian airnya kadang keruh namun mereka bersyukur dengannya, adapun kita sekarang ini hanya memutar keran kemudian keluar air kadang kita lalai bersyukur kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Semakin banyak kita bersyukur kepada Allah maka nikmat akan semakin ditambahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan mengkufuri nikmat yang Allah berikan kepada kita, Allah akan palingkan dari kita kemudian berpindah ke yang lain.

Diantara bentuk bersyukur terhadap nikmat Allah Subhanahu wata’ala yaitu dengan banyak memberi dan berbagi kepada saudara kita yang lain, karena Allah menguji manusia dengan harta yang ia miliki, ketika kita menjadi orang yang pelit dan kikir boleh jadi Allah memalingkan nikmat tersebut kepada orang lain yang mau berbagi dengan sesamanya.

Berlanjut : Nikmat Hujan dan Keutamaannya Sesi 2

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 28 Dzulqaidah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.