بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Malaikat berkata:”Sampaikan kepada ku apa itu iman”, Rasulullah bersabda:”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk”. Disini Nabi tidak mengatakan engkau beriman dengan keberadaan Allah, mengapa demikian karena fitrah yang sehat pasti meyakini akan keberadaan Allah tetapi yang jadi muskilah dan masalah yaitu yang berkaitan dengan tauhid Al Ilahiah atau Rububiah, adapun Rububiah sampai iblis juga mengakuinya ketika ia berkata:”Saya lebih baik darinya mengapa engkau menyuruh aku sujud kepadanya, engkau menciptakan aku dari api”, jadi iblis mengetahui bahwa yang menciptakannya adalah Allah Subhanahu wata’ala, orang – orang jahiliah pun demikian , jika engkau berkata kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi mereka akan mengatakan Allah tetapi mereka mempersekutukan Allah, Mereka berkata:”Kami menjadikan berhala –berhala ini perantara karena kami banyak dosa olehnya kami butuh perantara untuk mendekatkan diri kami dengan Allah Subhanahu Wata’ala dan hal ini diperangi oleh Nabi Shallallau ‘alaihi wasallam, olehnya orang – orang yang kemudian beralasan dengan hal yang seperti ini telah dibantah di dalam Al-Qur’an dan ini hujjah orang – orang jahiliyah terdahulu ketika mereka berkata:”Kita tetap beribadah kepada Allah namun kita datang kekuburan wali ini dan wali itu untuk istighosah dan istiana”, ini diantara bagian dari kesyirikan kepada Allah Subhanahu wata’ala yang diperangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Engkau Beriman Kepada Malaikatnya

Malaikat diciptakan dari cahaya dan tidak diberi hawa nafsu oleh Allah Subhanahu wata’ala mereka makhluk yang taat kepada Allah, Rasulullah menyebutkan ada malaikat yang di tugaskan untuk sujud dan ruku sampai hari kiamat hanya itu yang mereka kerjakan, di dalam Al-Qur’an disebutkan ciri dan sifatnya, mereka memiliki sayap, mereka berlomba – lomba menunaikan perintah dari Allah Subhanahu wata’ala, malaikat – malaikat yang diutus oleh Allah Subhanahu wata’ala mengerjakan tugas – tugas mereka dari Allah Subhanahu wata’ala, ada malaikat yang bertugas menggiring awan, dalam hadist disampaikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Ar Ra’du atau suara petir adalah merupakan suara malaikat kemudian kilat adalah cambuknya yang menggiring awan – awan tersebut kemudian dibawa ke suatu tempat untuk diturunkan hujan sebagaimana perintah dari Allah Subhanahu wata’ala,

Malaikat adalah makhluk yang jumlahnya sangat banyak disebutkan didalam Al-Qur’an jumlah mereka tidak diketahui kecuali oleh Allah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika perjalanan isra beliau diperlihatkan baitul makmur, setiap harinya 70 ribu malaikat masuk ke baitul makmur mereka tawaf setelah itu keluar dan tidak kembali lagi, keesokan harinya 70 ribu Malaikat yang lain masuk, dari sini betapa banyaknya malaikat – malaikat Allah Subhanahu wata’ala dan malaikat – malaikat yang banyak tersebut turun dimalam Lailatur Qadr dan inilah salah satu makna Al Qadr, Al Qadru artinya mulia, makna bahasa yang lain adalah sempit, Allah berfirman:

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya”. (QS. Al Isra’: 30).

Olehnya pada malam Lalilatur Qadr bumi menjadi sempit karena banyak malaikat turun ke bumi dipimpin oleh Jibril ‘Alaihissalam mengaminkan doa – doa orang yang I’tikaf yang bermunajah dibulan suci ramadhan.

Tidak ada yang mengetahui jumlah  tentara – tentara Allah kecuali Allah sendiri, malaikat – malaikat Allah Subhanahu wata’ala sangat perkasa dan pemimpin malaikat adalah Jibril ‘Alaihissalam yang memiliki paras yang sangat menawan sebagaimana yang Allah sifatkan didalam Al-Qur’an Nabi diajar oleh syadidul quwwah (Jibril ‘Alaihissalam) yang memiliki paras yang menawan.

Rasulullah melihat jibril sebanyak 2 kali secara langsung dalam rupa aslinya yaitu dalam gua hira kemudian di sidratul muntaha ketika dalam perjalanan isra dan mi’raj sebagaimana disebutkan dalam surah An Najm,

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15)

Dan sesungguhnya ia (Muhammad) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal”. (QS. An-Najm: 13-15). Bisa kita bayangkan bagaimana agungnnya malaikat jibril dan juga malaikat lain, Nabi diizinkan oleh Allah untuk menceritakan malaikat pemikul arsy dimana jarak antara pundak dan telinganya sebanyak 700 tahun perjalanan

Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يُؤتى بالنارِ يومَ القيامةِ لها سبعون ألفَ زمامٍ مع كلِّ زمامٍ سبعون ألفَ ملَكٍ يجرُّونَها

Neraka (Jahannam) pada hari kiamat akan didatangkan, ia memiliki 70.000 tali. Pada setiap talinya terdapat 70.000 malaikat yang menariknya”. (HR. Muslim no: 2842).

Ketika ahli falak mengatakan bahwasanya besarnya matahari itu berjuta – juta kali lipat dibandingkan bumi maka matahari dan bulan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan neraka Allah Subhanahu wata’ala, setiap kali dilemparkan orang – orang kafir dan orang – orang pendosa di dalamnya neraka terus mengatakan:”Apakah masih ada tambahan Ya Rabb”, sampai Allah meletakkan kakinya diatas neraka kemudian neraka berkata:”Cukup, cukup, cukup”,

Malaikat Allah Subhanahu wata’ala senantiasa menjaga hamba – hamba yang sholeh sebagaimana firmannya didalam Al-Qur’an, kita beriman kepada malaikat Allah Subhanahu wata’ala secara tafsil dan secara umum adapun secara umum sebagaimana sifat – sifat yang telah kita sebutkan tadi dan jumlahnya kita tidak tahu kecuali Allah Subhanahu wata’ala adapun secara khusus kita mengimani malaikat- malaikat Allah Subhanahu wata’ala yang dirincikan didalam Al-Qur’an dan juga dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam seperti nama-nama malaikat yang kita kenal, adapun malaikat israil tidak ada dalil yang menyebutkan bahwasanya malaikat maut bernama israil, ini adalah riwayat israiliyat dan yang ada dalam Al-Qur’an dan sunnah adalah malaikat maut  semua malaikat tersebut kita beriman kepadanya secara terperinci dan kufur kepada satu malaikat sama halnya kufur kepada semua malaikat, firman Allah didalam Al-Qur’an ketika membantah orang-orang yahudi, dahulu orang – orang yahudi mereka mengatakan andaikan Al-Qur’an itu dibawa oleh malaikat yang lain dan bukan jibril maka kami beriman kepada Nabi Muhammad dan kami benci jibril maka turunlah firman Allah.

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 98).

Majelis atau pengajian yang kita datangi dikelilingi oleh malaikat – malaikat Allah Subhanahu wata’ala untuk melaporkan kegiatan yang kita kerjakan dalam majelis ilmu tersebut kepada Allah Subhanahu wata’ala, semoga Allah mengikhlaskan niat – niat kita.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.