بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kemunafikan tidak dikenal ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dimakkah yang dikenal hanya dua yaitu muslim atau kafir, kemunafikan baru kemudian dikenal ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berada dimadinah karena kaum muslimin bertetangga dan berdampingan dengan orang – orang yahudi  seperti Bani Quraizhah, Bani Qainuqa’, Bani An-nadhir ini adalah 3 kabilah yahudi yang sangat besar yang ada dimadinah yang pada akhirnya semuanya diusir oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengusir mereka setelah mereka berkhianat bahkan Bani Quraizhah sendiri yang berkhianat, dalam perang khandaq setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapi sekutu dan meraih kemenangan dalam perang tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian kembali kerumahnya (Madinah) ingin melepas dan mencopot baju besinya. Namun ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang mandi di rumah Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam didatangi oleh Malaikat Jibril ‘Alaihissallam dan mengatakan :

قَدْ وَضَعْتَ السِّلَاحَ وَاللَّهِ مَا وَضَعْنَاهُ فَاخْرُجْ إِلَيْهِمْ قَالَ فَإِلَى أَيْنَ قَالَ هَا هُنَا وَأَشَارَ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ

Kalian sudah meletakkan senjata kalian ? Demi Allah, kami belum meletakkannya, keluarlah menuju mereka ! Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya:”Kemana ?’ Jibril menjawab:”Kearah sini.’ Jibril Alaihissallam menunjukkan arah Bani Quraizhah”. (HR Bukhari).

Akhirnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam segera bergegas dan mengirim utusan  para sahabat ke Bani Quraizhah Bahkan supaya cepat sampai tujuan dalam kisah yang masyur beliau berkata kepada para sahabat yang diutus:

لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ

Janganlah ada satupun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah“. (HR. Bukhari).

Berangkatlah para sahabat ditengah jalan masuklah waktu ashar akhirnya para sahabat berselisih, sebagian sahabat mengatakan:”Kita tidak shalat sampai kita tiba di perkampungan Bani Quraizhah.” Sementara sahabat yang lain bersikukuh tetap melakukan shalat ‘Ashar pada waktunya, karena mereka memandang bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak bermaksud menyuruh para shahabat Radhiyallahu anhum menunda shalat ‘Ashar sampai lewat waktunya. Kemudian dua sikap sahabat yang berbeda ketika dilaporkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mencela salah satunya. Sahabat yang diutus oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sampai di Bani Quraizhah mereka kemudian mengusir orang – orang yahudi yang telah mengkhianati perjanjian yang telah di sepakati oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Bani Quraizhah.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Ahad , 24  Rabiul Akhir 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi :
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE : mim.or.id

PIN BBM : D23784F8

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.