SILSILAH CINTA
Ummu Faari’ AR

Tema: Dahsyatnya Kekuatan Cinta (Bag.3)


Musa ‘Alaihissalaam ketika berbicara kepada Allah, cinta di hatinya semakin membuncah. Tentu, dia salah seorang dari Nabi Ulul Azmi.

Dia merindukan untuk melihat wajah Allah Jalla wa ‘Alaa. Maka dia berkata: “Ya Rabbi, aku ingin melihat wajah-Mu.” Allah menjawab,”Kamu tidak bisa melihat-Ku.”

Melihat wajah Allah adalah kenikmatan khusus buat penghuni surga. “Tapi jika kau mau tahu mengapa, pergilah ke gunung.” Kata Allah. “Jika gunung itu sanggup melihat wajah-Ku, niscaya kamu pun bisa melihatnya.”

Allah kemudian menampakkan sesaat saja pada gunung, sedikit saja. Seketika gunung bergetar, dan seketika pula hancur menjadi tanah. Sedang Musa Alaihissalaam, pingsan melihat kejadian tersebut.

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.(QS. Al A’raf:143)

Demikianlah kedahsyatan cinta yang menjadikan sang pecinta merindukan wajah kekasihnya. Dan melihat wajah Allah Jalla wa ‘Alaa menjadi tujuan dari orang-orang beriman kelak di surga-Nya.

Wallahu Ta’ala A’lam


Sumber: Muhadharah Syekh Nabiil Al ‘Audhy-hafizhahullahu-

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR