بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dalam Surah Al-Buruj, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ

“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah”. (QS. Al-Fajr : 6-8).

Belum ada yang demikian yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala dimuka bumi ini seperti kaum Samud mereka memahat batu besar atau gunung untuk dijadikan rumah, adapun kita ketika membuat rumah maka kita mendatangkan bahan bangunannya dari gunung dengan digali, adapun mereka tidak demikian akan tetapi mereka langsung memahat gunung yang kokoh untuk dijadikan rumah.

وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ

“Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak)”. (QS. Al-Fajr : 10).

Ketika kita membaca ayat yang seperti ini dan melihat keadaan dan kondisi mereka disamping kita sedih seperti yang terjadi di palestina sehingga ada aksi bela Palestina, ini merupakan aksi mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala, orang – orang kafir atau musuh-musuh Allah yang melihat orang yang banyak seperti itu akan menggetarkan hati mereka, berdusta jika ada yang berkata diketawai oleh musuh,  Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

مَا كَانَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوا بِأَنْفُسِهِمْ عَنْ نَفْسِهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. (QS. At-Taubah : 120).

Oleh karenanya jika ada aksi jangan malas dengan alasan sudah banyak yang pergi adapun saya tidak usah, jika semua berfikir demikian maka siapa yang akan pergi. Perbanyak jumlah kaum muslimin ini bagian dari jihad, jangan termakan dengan subhat dengan perkataan:”Sia – sia atau omong kosong yang seperti ini“, Allah Subhanahu wata’ala memberikan kepada kita taufik dan petunjuknya dan telah difatwakan oleh Syaikh bin Baz Rahimahullah bahwa jihad yang ada dipalestina adalah jihad yang syar’i dan kita melakukan semampu apa yang kita miliki.

الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ

“Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri”. (QS. Al-Fajr : 11). Yang menyombongkan diri

فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ

“Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu”. (QS. Al-Fajr : 12).

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ

“Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab”. (QS. Al-Fajr : 13). 

Kata Shabba dalam ayat adalah:”Menuangkan”. Mereka dihancurkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.  

Dalam Surah Al-Ankabut ayat 40 Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri“. (QS. Al-Ankabut : 40).

Adapun hujan batu yang dimaksud adalah kaum Luth, siksa yang diturunkan kepada mereka bukan hanya hujan batu akan tetapi juga tanah tempat tinggal mereka diangkat kemudian dibalikkan dan dihempaskan dibumi. Oleh karenanya Allah menghukum mereka sesuai dengan dosa yang mereka lakukan karena fitrah mereka telah terbalik, mereka mendatangi sesama jenis, homoseksual, seperti yang terjadi sekarang ini ada yang berusaha secara struktur dan masif untuk melegalkannya dan ini bukan hanya gerakan begitu saja akan tetapi ada yang memback up. Ini adalah makar yang ingin menghancurkan islam dan generasi islam, menjauhkan mereka dari moral yang mulia, hewan pun malu melakukan perbuatan yang seperti itu.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا

Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka”. (QS. Al-Israa : 60). Begitulah manusia, namun musibah yang lebih besar dari sekedar musibah adalah ketika manusia sudah terbiasa dengan musibah dan lupa mengambil ibrah dan pelajaran dari musibah tersebut disebabkan karena sudah terbiasa dengan hal yang demikian.

Bahkan menjadikan musibah sebagai kesempatan atau moment untuk selfi dan foto padahal Allah telah mengirimkan bencana dan peringatan kepadanya. Diantara mereka ada yang Allah tenggelamkan seperti yang terjadi pada Qarun kemudian yang ditenggelamkan dilautan seperti Fir’aun dan juga kaumnya Nabi Nuh ‘Alaihissalam.

Jadi Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan kita semua untuk berhak mengingatkan hal tersebut kepada orang lain, Allah berfirman:

فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri“. (QS. Ar-Rum : 9).

Maksiat ketika telah merajalela apalagi dilakukan secara terang – terangan dan tidak ada rasa malu sebagaimana terkadang ketika ada kemaksiatan yang kita ingkari sebagian ada yang berkomentar dengan berkata:”Tidak usah munafik engkau juga bukan orang yang baik, boleh jadi engkau juga melakukan perbuatan yang sama hanya saja tidak diketahui oleh orang lain“, itu lebih baik dari pada dilakukan dengan cara terang-terangan dan bangga dengan apa yang ia lakukan. Jika sudah bangga dengan menceritakan apalagi jika sudah dibuatkan semacam organisasi kemudian diberikan dana dan dilakukan secara terang – terangan maka tunggulah kemurkaan Allah Subhanahu wata’ala. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya“. (QS Al-Anfal : 25). Tidak hanya menimpa orang – orang yang khusus melakukan kedzaliman  namun menimpa semua bahkan sampai kepada orang – orang sholeh sekalipun apalagi jika kemungkaran itu dibiarkan.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 19 Ramadhan 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR