بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sebuah kisah yang diceritakan oleh salah seorang syaikh, ada seorang pemuda sholeh dan memiliki wajah yang tampan dari Arab, ia pergi ke mesir untuk menuntut ilmu, ia kemudian berangkat menuju mesir dan ketika tiba dimesir  ia tingggal didekat kampus tempat ia menuntut ilmu dan ia bertetangga dengan sebuah keluarga yang memiliki anak wanita,  dimana wanita ini setiap hari ia berjumpa dengan pemuda tersebut sehingga ia tertarik dengannya (inilah bahaya pandangan mata jika tidak bisa dikontrol dengan baik, Penj).

Akhirnya wanita ini berusaha untuk bagaimana sampai kepada pemuda tersebut, namun ternyata pemuda ini adalah pemuda sholeh yang mampu menjaga dirinya, wanita ini berusaha membuat fitnah atau menggoda lelaki tersebut,  ketika tiba waktu malam dan  wanita ini berada pada dorongan puncak syahwatnya, pada tengah malam ketika angin berhembus di puncak musim dingin ia sengaja mengetuk pintu rumah pemuda tersebut, ketika pintu itu dibuka ia langsung masuk kerumah sebelum ia minta izin, ia kemudian dengan  berlagak ketakutan dengan pura – pura menangis ia berkata:”Tolong saya, saya diusir dari rumah dan diluar cuaca sangat dingin dan tidak ada tempat saya berlindung kecuali ditempat ini“.

Akhirnya lelaki ini tidak mampu berbuat apa – apa karena wanita  telah berada dalam rumahnya, kemudian mulailah syaithan itu masuk dan membisikkan ke dalam hati pemuda tersebut, namun apa yang dilakukan pemuda tersebut.? ia kemudian masuk ke dalam kamarnya ia menyalakan lampu atau pelita kemudian ia memasukkan tangannya dalam api tersebut sambil berusaha menahannya ketika ia kepanasan ia kemudian menariknya sambil berkata:”Wahai jiwaku jika engkau mampu menahan panasnya neraka Allah lakukan malam ini apa saja yang engkau inginkan”, ia mengulangi hal tersebut hingga keluar air matanya dan wanita tersebut melihatnya dan mengatakan:”Apa yang saya lakukan malam ini gagal karena dia tidak sedikitpun menoleh  kepadaku”.

Akhirnya wanita tersebut pergi meninggalkan pemuda tersebut dan menemui bapaknya dan mengatakan:”wahai bapakku tolong minta kepada lelaki itu untuk melamarku, saya tidak mau menikah kecuali dengannya” akhirnya dilamarlah pemuda tersebut (wanita melamar pemuda bukanlah suatu aib, Penj). Dan Allah Subhanahu wata’ala menggantikan pemuda tersebut dengan yang halal dengan menikahkan keduanya menjadi suami istri. Karena pemuda tersebut meninggalkan yang haram akhirnya Allah Subhanahu wata’ala menggantinya dengan yang halal.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Dari kisah diatas kita dapat mengaplikasikan dalam kehidupan kita tatkala dorongan syahwat untuk mengerjakan perbuatan yang haram, dorongan syahwat untuk melakukan maksiat dan maksiat apa saja yang Allah haramkan, maka tinggalkanlah karna Allah karna hal tersebut merupakan ujian dari Allah Subhanahu wata’ala yang apabila kita meninggalkannya maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari apa yang kita tinggalkan. InsyaAllah.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah berkata:

Barangsiapa yang mengumbar pandangan matanya maka penyesalan yang dirasakan tiada henti. Dan sesuatu yang lebih berbahaya adalah mengumbar pandangan. Karena ia akan melihat apapun yang dicarinya dan tidak bersabar untuk bisa meraih apa yang telah dilihatnya. Dan itu adalah derita dan siksaan baginya”. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah  dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin).



Oleh: Ustadz Harman Tajang, lc., M.H.I, Hafidzahullah Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

Fanspage :https://www.facebook.com/HarmanTajangLc

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.