Mimpi Bertemu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

Siapa diantara kita yang pernah bermimpi berjumpa dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam maka ia telah melihat Rasulullah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : وَمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي حَقًّا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku secara benar. Sesungguhnya syaithan tidak bisa menyerupai bentukku. Barangsiapa yang berdusta atasku secara sengaja maka ia telah mengambil tempat duduk dalam neraka”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kata para ulama barangsiapa yang mengaku bermimpi berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam maka Syaratnya harus ditanyakan ciri – cirinya seperti apa yang ia temui dalam mimpi tersebut, Suatu ketika pernah salah seorang lelaki dizamannya Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bermimpi bertemu dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian ia datang kepada Ibnu Abbas dan mengatakan saya bermimpi berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu kembali bertanya:

“coba sebutkan ciri-cirinya, jadi Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu  ingin mengetes apakah yang ia lihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam atau bukan, pada saat ia hendak menyebut ciri – cirinya tiba – tiba masuklah Al Hasan Ibnu Ali, dan Al hasan Ibnu Ali adalah cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang mirip dengannya, orang ini adalah orang yang baru yang belum pernah bertemu sebelumnya dengan Al Hasan Ibnu Ali, ketika ia melihat Al Hasan Ibnu Ali, ia menunjuknya dan berkata: “ia mirip dengan orang ini, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu mengatakan:”engkau telah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Ciri – Ciri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

  1. Dari Bara Bin Azib Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: ”Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam orang yang memiliki wajah yang paling tampan dan paling baik akhlaknya, dia tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek”. (HR. Bukhari No. 3285).
  2. Abu Ishaq Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata: ”Salah seorang lelaki pernah bertanya kepada Al Bara Bin Azib Radhiyallahu anhu: ”Apakah mukanya Rasulullah seperti pedang”, Al Bara Bin Azib mengatakan:”Tidak, akan tetapi wajahnya seperti bulan ”.(HR. Bukhari No. 3288).
  3. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat wangi kulitnya dan keringatnya bagaikan kilau mutiara. Apabila beliau berjalan, maka langkahnya terayun tegap. Sutera yang pernah aku sentuh tidak ada yang lebih halus daripada telapak tangannya. Minyak misk dan minyak ambar yang pernah aku cium, tidak ada yang melebihi wanginya tubuh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. Di riwayatkan dari Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam masuk menemui kami dan tidur bersama kami, ketika beliau berkeringat (dalam tidur nya), ibuku datang dengan membawa botol tersebut”. ketika bangun beliau berkata ;” hai Ummu Sulaim, apa yang sedang engkau lakukan ini ?”Ummu Sulaim menjawab: “ini merupakan keringat mu yang kami tampung dalam botol untuk kami jadikan minyak wangi, karena ia lebih harum, harumnya minyak wangi”. (HR. Muslim dan Ahmad).
  5. Dari Said Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu ia berkata:” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang lebih pemalu dari pada anak gadis perawan yang dipingit di kamarnya“.(HR. Bukhari no. 3298).
  6. kata Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘anhu : ”Jika kami melihat sesuatu yang tidak disenangi oleh Rasulullah kami bisa membaca dari rawut wajahnya”.

Sifat Malu Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang sangat pemalu sebagaimana disebutkan dalam hadist diatas pada poin ke 5. bahkan Rasulullah mengatakan bahwa sifat malu adalah kebaikan, sebagaimana dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ

Sifat malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan”.(HR. Bukhari 6117). Pernah suatu ketika beliau sementara makan dengan Sahabatnya lalu ada yang dipanggil untuk ikut makan lalu orang tersebut kelihatan malu kemudian ada yang menasehatinya dengan mengatakan:”Jangan malu”, Rasulullah kemudian mengatakan:”tidak, biarkan dia dengan sifat malunya karena rasa malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan”.

Rasa malu dapat menahan seseorang untuk melakukan keburukan, Sebaliknya jika seseorang tidak memiliki malu maka ia akan melakukan apa saja yang ia inginkan. sebagaimana disebutkan dalam hadist Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshari al-Badri Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِـمَّـا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلَى : إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ ؛ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.(HR. Al-Bukhari).

Cara Bicaranya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha beliau berkata: “Rasulullah jika berbicara tidaklah terlalu cepat dan tanpa jeda (spasi). Beliau berbicara dengan jelas dan tidak terburu-buru, sehingga yang mendengarkan dapat menangkap maksud beliau dengan baik dan dapat mengingat apa-apa yang beliau ucapkan. Kadang-kadang beliau mengulangi perkataannya sampai tiga kali agar yang mendengarkannya betul-betul mengerti”.

keadaan Rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

Kita ingin mencontoh rumahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, keadaan rumah Rasulullah sebagai berikut:

  1. Tidak ada gambar dan foto yang tergantung pada dinding Rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam baik gambar yang bernyawa (makhluk hidup) maupun yang tidak bernyawa (Benda mati).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةُ تَمَاثِيلَ

Aku (Abu Thalhah) mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan (atau) gambar patung”. (HR. Bukhari).

عَنْ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَة

Dari Abu Thalhah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar(HR. Muslim). Malaikat yang tidak masuk adalah malaikat rahmat, adapun malaikat maut dimanapun kita berada. Firman Allah Subhanahu wata’ala:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (QS. An Nisa : 78).

  1. Rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat sederhana

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha ia menceritakan bahwasanya: “Aku menyelonjorkan kakiku pada kiblat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang shalat. Jika sujud, beliau mencolekku dan aku pun mengangkatnya. Jika beliau berdiri aku menyelonjorkannya lagi”.(HR. Muttafaq ‘alaihi).

  1. Kehidupan Rasulullah sangat sederhana, Perabotan Rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sedikit dan sederhana.

Suatu ketika Umar Radhiyallahu ‘anhu bersedih melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidur diatas tikar yang terbuat dari anyaman pelepah kurma yang berbekas dipunggung beliau, Umar kemudian menangis dan berkata: ”Ya Rasulullah anda ini kekasih Allah dan utusan Allah, kisrah, kaisar yang mayoritas raja – raja orang kafir mereka hidup bergelimang harta dan kemewahan adapun anda Ya Rasulullah kondisi anda seperti ini”, Rasulullah kemudian berkata:”Apakah engaku ragu wahai Umar, Tidakkah engkau ingin biarkanlah mereka mendapatkan dunia dan kita mendapatkan akhirat”. (HR. Al-Bukhari no. 4913 dan Muslim no. 1479).

Ulama kita mengatakan bahwa ini adalah pilihan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri karna Rasulullah tahu bahwasanya kebanyakan dari ummatnya kelak hidup miskin.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat cinta kepada keluarga dan kerabatnya

Ketika Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan beliau untuk berdakwah secara terang – terangan Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِين

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat“.(QS. Asy Syuara: 214).

Dalam firman Allah Subhanahu wata’ala yang lain:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ ناراً وقودها النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عليها مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ « اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ »

Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, mereka berdua berkata: Muhammad Bin ‘Ubaid menuturkan kepada kami: Dari Yaziid bin Kasyaan, ia berkata: Dari Abu Haazim, ia berkata: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau”. Beliau lalu bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian”. (HR. Muslim no.108, 2/671).

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau pertama kali hendak menyampaikan dakwah beliau menyeru kabilah – kabilah arab yang masih ada hubungan kekerabatan dan nasab dengan beliau dan mengatakan kepada setiap kabilah yang beliau sebutkan dengan berkata:”selamatkan diri kalian dari api neraka”.

Ketika fathul makkah pada tahun 8 hijriyah Rasulullah dan para Sahabatnya menaklukan kota makkah ketika Rasulullah duduk di dekat ka’bah datanglah Abu Bakar As Siddiq dengan seorang lelaki tua yang sudah beruban seluruh rambutnya begitupula dengan alisnya, orang tua tersebut baru masuk islam setelah Fathul Makkah dia adalah bapaknya Abu Bakar As Siddiq, ketika ia datang kepada Rasulullah menyatakan keislamannya dan membaiat Rasulullah lalu Abu Bakar As Siddiq menangis kemudian ditanyakan kepadanya:”mengapa engkau menangis”, ia kemudian berkata:”Ya Rasulullah saya melihat bapak saya masuk islam dan saya mengingat paman anda Abu Thalib, saya sangat berharap andaikan ia juga masuk islam seperti bapak saya, dan ketika pamannya sakratul maut Rasulullah mengatakan kepada pamannya:”ucapkan perkataan Laa ilaha Illallah” namun disampingnya ada Abu Jahal yang juga ikut menasehati pamannya hingga pamannya meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada Allah.

Sifat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika dirumahnya

  1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terkadang menjahit sendiri pakaiannya yang sobek.
  2. Menyiapkan sendiri minumannya
  3. Mengurus dirinya sendiri
  4. Selalu membantu istrinya
  5. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar azan beliau pergi ke masjid
  6. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berkata – kata keji
  7. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berteriak dipasar
  8. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah  membalas keburukan dengan keburukan tetapi beliau senangtiasa memaafkan kesalahan orang lain
  9. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menolak seseorang yang meminta sesuatu darinya.

Pergaulan Rasulullah terhadap Istri –istrinya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR.  Muslim dari Abdullah ibnu Umar).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat sayang kepada istri – istrinya, salah satu kebiasaan beliau adalah setelah sholat subuh beliau duduk dimasjid hingga terbit matahari kemudian sholat 2 rakaat kemudian beliau kembali mendatangi istrinya satu demi satu kemudian menciumnya dan menanyakan kabarnya kemudian menanyakan kebutuhannya, begitu pula diwaktu sore beliau melakukannya setiap harinya, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil istrinya dengan panggilan yang menunjukkan rasa sayang, seperti Aisyah Radhiyallahu anha terkadang beliau memanggilnya dengan kata:”Ya Aish, dan juga terkadang dengan kata:”Ya Humairah”.

Dari Aisyah Radhiyallahu anha, bahwasanya Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya:

    يَا عَائِشَ هَذَا جَبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقَالَتْ: وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى –تريد النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم

Wahai Aisy, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu”. Aisyah berkata, “Salam juga untuknya, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadanya. Engkau dapat melihat perkara-perkara yang tidak dapat aku lihat –yang dimaksud adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam-“. (HR. Al-Bukhari).

Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata:”Suatu saat, ketika saya haidh, saya minum dengan gelas Rasulullah, kemudian beliau minum pada (bagian gelas) tempat saya meletakkan mulut. Ketika saya haidh dan tubuh saya berkeringat, saya memberikan gelas kepada Rasulullah dan beliau meminum dari tempat mana saya meminum.”(HR. Muslim).

Hal ini membantah kebiasaan orang – orang yahudi karena ketika istri mereka haidh ia tidak mau makan bersama – sama istrinya, begitupula tidur sama-sama tapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membolehkan, sebagaimana dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ

“Lakukanlah segala sesuatu (dengan istri kalian) kecuali nikah(hubungan intim).” (HR. Muslim 302).

Cara Tidurnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

  1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata:” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda:“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714).
  2. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Siapa diantara kalian yang hendak berbaring, hendaknya ia berbaring diatas sisi kanannya”. (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).
  3. Diriwayatkan Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau hendak berangkat menuju ke tempat pembaringannya, setiap malamnya beliau mengumpulkan kedua tangannya (seperti berdoa –penj) kemudian beliau meniup kedua telapak tangannya (dengan sedikit air liur- penj) dan membaca kepada kedua telapak tangan beliau Surah Al-Ikhlas, Surah Al – Falaq dan Surah An-Nas, kemudian ia mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya ia memulai Pada bagian kepalanya, Kemudian wajahnya, Kemudian bagian depan tubunhya, dan Seluruhjasad tubuhnya”. Rasulullah melakukan demikian sebanyak 3 kali. (HR. Bukhari no. 5017).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mudah menangis karena takut kepada Allah

Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu untuk membacakan ayat – ayat Al-Qur’an, beliau berkata:”Bacalah wahai Ibnu Mas’ud”, ia berkata:”saya membacakan ayat Al-Qur’an kepada anda sedangkan Al-Qur’an itu diturunkan kepada anda, Rasulullah berkata:”Saya senang mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari orang lain”, beliau kemudian membacakan surah An-Nisa,

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيداً

Maka Rasulullah pun menangis dan berkata kepadanya, “Cukuplah sampai disitu!” (HR. Al-Bukhari). 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam orangnya sangat tawadhu

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, (hamba Allah dan Rasul-Nya).”.( HR. Al-Bukhari (no. 3445)).

Rasulullah tidak senang ketika datang dan para sahabat menyambutnya bahkan Rasulullah berakata: “Barangsiapa suka dihormati manusia dengan perhormatan dalam bentuk berdiri, maka hendaklah dia bersiap sedia dengan tempat duduknya di Neraka.” (HR. Ahmad, hadis sahih).

karena kesombongan dan seterusnya bahkan marah ketika tidak disambut. Adapun jika seorang tamu datang dan kita menyembutnya bukan dalam rangka berlebih – lebihan, maka sekali kali dilakukan tidak mengapa, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika putirnya Aisyah Radhiyallahu ‘anha datang kepada beliau ia menyambutnya dan mencium keningnya dan begitupun sebaliknya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menolak undangan dan tidak mencela makanan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menolak undangan walaupun orang miskin sekalipun, bahkan Rasulullah menjawab undangan salah seorang sahabat walaupun hidangan yang disajikan sangat sederhana, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga tidak pernah mencela makanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَانَ إِذَا اشْتَهَى شَيْئًا أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

“Kalau beliau menyukainya, maka akan beliau makan. Dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada pembantunya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Saudara-saudara kalian adalah budak dan pembantu kalian, Allah telah menjadikan mereka di bawah tangan (kekuasaan) kalian. Maka barang siapa yang saudaranya berada di bawah tangannya (kekuasaannya), hendaklah ia memberinya makanan dari apa-apa yang dia makan, memberinya pakaian dari jenis pakaian apa yang dia pakai, dan janganlah kalian membebani (memberi tugas) mereka sesuatu yang di luar batas kemampuan mereka. Jika kalian membebani mereka, maka bantulah mereka.” (HR. Bukhari).

Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘anhu mengatakan: ”Aku pernah menjadi pembantu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selama 10 tahun. Beliau sama sekali tidak pernah mengatakan kepadaku, ‘Ah!’. Tidak pernah pula beliau mengomentari sesuatu yang aku kerjakan, ‘Mengapa kamu mengerjakannya?’ atau mengomentari sesuatu yang tidak aku kerjakan, ‘Mengapa kamu tidak mengerjakannya?’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memperlihatkan contoh secara langsung bagaimana berbuat baik kepada pembantu. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan pembantunya Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dengan doa:”Ya Allah berkahi hartanya, berkahi anak – anaknya, Berkahi apa yang engkau berikan kepadanya”, setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakannya , ia kemudian memiliki harta yang banyak, keturunan yang banyak, terkadang beliau pergi berjihad di ikuti oleh 100 orang anaknya penunggang kuda, dan umurnya dipanjangkan oleh Allah lebih dari 100 tahun, pohon kurma para sahabat ketika berbuah hanya sekali setahun adapun Sahabat Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘anhu berbuah dua kali dalam setahun, Hal ini adalah berkat doa dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada pembantunya Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam orang yang penyayang

  1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkhutbah tiba – tiba cucunya hasan dan husein masuk tertumbuh kakinya hingga membuat salah satu cucunya jatuh melihat hal tersebut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Langsung turun dari mimbarnya memutuskan khutbahnya lalu menggendong dan menenangkannya kedua cucunya setelah setelah tenang Rasulullah kemudian melanjutkan khutbahnya.
  2. Di waktu lain, Hasan masuk ke masjid sedang Nabi dalam keadaan sujud. Cucunya itu lantas naik ke punggungnya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memanjangkan sujud, sampai Hasan turun dari punggungnya. Ketika salat selesai, beberapa sahabat bertanya:”Anda memanjangkan sujud?” Nabi menjawab:“Cucuku datang dan menunggangiku. Aku tak ingin ia kecewa dengan memaksanya cepat turun”.

Wallahu A’lam Bish Showab.



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa , 20  Rabiul Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi :
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCIGoaFDkENVOY187i92iRqA

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE : mim.or.id

PIN BBM : D23784F8

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.