mim.or.id, Makassar – Madrasah Imam Malik memandang bahwa memberikan pembekalan usia baligh kepada para santri secara intensif sangatlah penting. Tak heran, karena usia baligh ini adalah masa yang membawa banyak perubahan. Tidak hanya perubahan fisik, namun juga perubahan pola pikir dan psikologis. Oleh karena itu, Madrasah Imam Malik menggelar kegiatan Daurah Syar’iyyah yang bertema “Ketika Aku Telah Baligh”.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dimulai dari hari Senin (24/02/2020) sampai dengan Rabu (27/02/2020). Kegiatan dilaksanakan di Masjid Nurul Hikmah untuk santri putra dan Asrama (A) Putri Wijaya Kusuma 50 untuk santri putri.

Asrum, ketua panitia daurah syar’iyyah ini mengatakan bahwa sebagian besar dari para santri terutama kelas dua dan kelas tiga sudah beranjak dewasa maka kegiatan Daurah Syar’iyyah ini perlu diadakan.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk para santri sebagai bekal meraka bagaimana seharusnya menjalani masa remaja”, pungkasnya.

BACA JUGA: Bahas Ekonomi Syariah, Markaz Imam Malik Terima Kunjungan dari Pelajar Islam Indonesia

Daurah ini tidak hanya memaparkan ilmu mengenai usia baligh dari segi perspektif Islam, namun juga melihat dari perspektif kesehatan dan psikologis dengan materi seperti Fiqh Usia Baligh, Adab Bergaul, Bahaya Sosmed dan Pornografi Dalam Perspektif Kesehatan, Segalanya tentang Cinta dan Selagi Masih Muda.

Daurah ini menghadirkan beberapa pemateri yang ahli dibidangnya diantaranya adalah Ustadz Herman Hasyim, Ustadz Nafi’an, Ustadz Chamdar Nur, Ustadz dr. Mujahid Amiruddin dan Ustadz Faisal Abd. Rahman yang juga merupakan Kepala Sekolah Madrasah Imam Malik. Untuk para santri putri mengadirkan beberapa pemateri seperti Ustadzah Sri Wahyuni Lestari, Ustadzah Esti Kuwardani M., Ibu Rizqi Charunnisa S., Ustadzah Aisyah Muh. Ikhwan dan Ustadzah Iffah Karima.

Salah satu santri kelas dua, Andi Rif’at Rezha mengaku sangat senang dengan adanya daurah ini. Dia berharap kegiatan ini dapat diadakan setiap tahun.

“Saya minta sama teman-teman setelah daurah syar’iyyah ini untuk selalu saling menghargai dan saling menguatkan dalam kebaikan”, pesan santri asal Bulukumba ini.

Kegiatan ditutup dengan pemilihan peserta terbaik dari masing-masing santri putra dan santri putri dengan kriteria kedisiplinan, catatan materi dan keaktifan pada saat materi berlangsung. (rdp)

BACA JUGA: Tingkatkan Skill Berbahasa, Karyawan dan Staf MIM Diwajibkan Belajar Bahasa Arab


PESERTA TERBAIK (SANTRI PUTRA)

  1. Abdul Mu’thy
  2. Fadel Muhammad S.
  3. Faiz Abdurrahman

PESERTA TERBAIK (SANTRI PUTRI)

  1. A. Annisa Salsabila
  2. Andi Nahdah Anugrah

DOKUMENTASI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.