Bagaimana cara agar bisa kaya sepanjang masa dengan selalu Qana’ah dengan apa yang Allah berikan kepada kita,  berikut ada 8 (delapan) poit diantaranya adalah :

  1. Mengenal hakekat kehidupan dunia.

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir”. (QS. Al Isra : 18).

Dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau kata Allah. Sebagaimana dalam firmannya:

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.”(QS. Al Ankabut 64).

  1. Hendaknya setiap manusia selalu mengingat nikmat Allah dan mensyukurinya.

Dalam Surah Ar Rahman Allah selalu mengulang-ulang ayat persis sama Sebanyak 31 kali agar kita senangtiasa mengingat nikmat Allah yang begitu banyak.  Sebagaimana dalam firmannya:

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Nikmat tuhanmu manakah yang engkau dustakan”.

Dan diantara kufur yang kecil adalah kufur terhadap nikmat – nikmat Allah yang Allah telah berikan kepada kita.

Allah berfirman dalam surah Ibrahim:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS. Ibrahim : 7).

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan. (QS. Ibrahim :28).

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ

yaitu neraka Jahannam, mereka masuk ke dalamnya dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman.(QS. Ibrahim:29). memiliki penglihatan, pendengaran, tangan digunakan untuk tapi bermaksiat kepada Allah Subhanahu wata’ala”.

  1. Memperbanyak mengingat kematian dengan mengunjungi kuburan.

Hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا

Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah”. (HR. Al Hakim no.1393).

Dan juga mengunjungi rumah sakit atau mengunjungi orang – orang yang sakit untuk mengingat nikmat sehat sebagaimana Sahabat yang mulia yaitu Abu bakar As Siddiq Radhiyallahu ‘anhu senantiasa mengunjungi orang yang sakit.

  1. Bacalah kisah – kisah orang – orang yang sholeh yang zuhud terhadapat kehidupan dunia ini.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Seandainya dunia ini sama nilainya dengan sayap nyamuk di sisi Allah. Niscaya Ia tidak akan memberikan minuman dari dunia itu kepada orang kafir, meskipun hanya seteguk air“. (HR. Tirmidzi). 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dalam hadist yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“ Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”(HR. Muslim : 2392).

Kisah sahabat Abu bakar Radhiyallahu ‘anhu menyedekahkan semua hartanya lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada abu bakar “apa yang engkau sisakan untuk keluargamu, ia kemudian menjawab:”aku sisakan Allah dan Rasulnya”.

Diantara 2 hal yang menjadi penyakit kaum muslim adalah Al Wahn cinta dunia dan takut mati.

  1. Ketahuilah bahwa Allah menetapkan semua reski hambanya.

Allah Subhanahu wata’ala menakdirkan setiap manusia masing-masing memiliki reski dimana orang lain tidak akan mendapatkannya kecuali apa yang Allah telah tetapkan untuknya  dan dia manusia tidak akan meninggal sebelum semua reskinya habis ia gunakan.

  1. Banyak berdoa dan meminta hanya kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Ghafir: 60).

Dalam Firman Allah Subhanahu wata’ala yang lain :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖفَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186).

  1. Lihatlah bagaimana kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kisah, dimana dalam rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah suatu ketika tidak pernah ada cahaya dalam rumahnya selama tiga bulan yang beliau makan hanyalah kurma dan air.

Rasulullah pernah mengikat perutnya dengan bebatuan kecil yang di tumpuk karena laparnya beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meminta kepada Allah agar ditambahkan reskinya namun yang beliau selalu minta kepada Allah adalah tambahan ilmu sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَقُلْ رَبِّي زِدْنِي عِلْمًا

Dan katakanlah: Wahai Rabbku, tambahkanlah untukku ilmu!”.(QS. Toha : 114).

  1. Lihatlah orang-orang yang berada dibawahmu dalam urusan dunia dan lihatlah orang – orang yang berada diatasmu dalam urusan akhirat.

Dalam Hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘Alaihi).  Wallahu a’lam Bish Showab.

 



Rekap Materi Ta’lim Rutin “Kaya Sepanjang Masa Sesi II”

Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, Lc., MA

@Masjid Nurul Hikmah _MIM

Senin, 23 Muharram 1438 H

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.