بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pernah suatu ketika seorang pemuda datang kepada Imam Hasan Al Basri Rahimahullah dimana pemuda ini mengeluhkan kondisi dan keadaanya dan kesulitan hidupnya, seakan pemuda ini mengatakan:”Allah Subhanahu wata’ala tidak adil, saya rajin beribadah kenapa kehidupan saya hanya pas – pasan”.

Terkadang kita menangis ketika ada sesuatu yang hilang atau yang belum ada namun kita jarang mensyukuri apa yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepada kita.

Hasan Al Basri Rahimahullah kemudian menasehati pemuda tersebut dan mengingatkan pula kepada kita, Beliau kemudian bertanya:”Apakah engkau memiliki 2 buah mata”, pemuda itu berkata:”Benar, saya memiliki 2 buah mata yang saya gunakan untuk melihat”,

Hasan Al Basri Rahimahullah kemudian mengatakan:”Maukah engkau aku gantikan dengan uang beribu – ribu dinar untuk mengambil kedua matamu atau sebiji matamu.?”,

Pemuda itu berkata:”Saya tidak mau !”,

Hasan Al Basri Rahimahullah berkata lagi :”Apakah engkau memiliki pendengaran?“, pemuda itu menjawab:”Benar saya memiliki pendengaran, 2 buah telinga yang aku gunakan untuk mendengar”,

Hasan Al Basri Rahimahullah berkata:”Maukah engkau aku gantikan dengan uang beribu – ribu dinar”,

Akhirnya Hasan Al Basri Rahimahullah menasehatinya dengan berkata:”Subhanallah, betapa banyak nikmat yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepadamu namun engkau tidak mensyukurinya“,

Begitu mahalnya harga anggota tubuh kita sehingga kita tidak ingin menjualnya dan memberikannya kepada orang lain walaupun dengan dibayar dengan sejumlah uang yang tinggi, Dan apa yang kita baca waktu lalu dengan isu penculikan manusia dimana kita melihat rinciannya  mata dihargai sekian milyar, tangan sekian milyar, ginjal sekian milyar, semoga Allah Subhanahu wata’ala menyelamatkan kita dan keluarga kita dari orang – orang yang buruk.

Betapa banyak orang yang kaya raya namun ia terbaring diatas pembaringannya andaikan penyakit yang dideritanya bisa dibeli dengan seluruh harta yang ia miliki maka dia akan rela untuk memberikannya, Allah Subhanahu wata’ala memberikan kita nikmat yang begitu banyak yang tidak mampu kita menghitungnya, Allah Subhanahu wata’ala hanya memerintahkan kita untuk bersyukur dari nikmat yang ia berikan kepada kita, andaikan Allah Subhanahu wata’ala menyuruh kita untuk menghitung setiap nikmat yang Allah berikan kepada kita niscaya habis waktu kita bahkan umur kita untuk menghitung dan pasti kita tidak akan mampu menghitungnya hingga akhir kehidupan kita.

Oleh karenanya sebesar apapun nikmat yang Allah berikan kepada kita mari senantiasa kita mensyukurinya, karena dengan bersyukur maka Allah Subhanahu wata’ala akan menambah nikmat tersebut sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“.(QS. Ibrahim :7)

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jumat, 01 Sya’ban 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.